Lamongan (beritajatim.com) – Sejumlah jalan poros di Kabupaten Lamongan mengalami kerusakan yang cukup parah. Rusaknya jalan itu merupakan imbas dari amblesnya jembatan Ngaglik 1 yang berada di Jalan Nasional Arteri Primer, tepatnya di Jalan Jaksa Agung Suprapto, beberapa hari lalu.
Selama proses pembongkaran dan perbaikan jembatan, pengalihan arus pun diberlakukan ke jalur alternatif. Sehingga, banyak pula kendaraan berat yang melewati jalur kabupaten ini untuk mencari jalan pintas dan menghindari kemacetan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”jembatan-ngaglik”]
Padatnya kendaraan berat yang melintasi jalan-jalan kabupaten ini sangat berdampak pada kondisi jalan setempat. Tampak beberapa titik jalan tersebut semakin rusak seperti pecah, berlubang, hingga membentuk kubangan.
Jalur yang mengalami rusak parah itu di antaranya Jalan Veteran Lamongan, dan Jalan pertigaan Desa Plembon – menuju Sukodadi, ruas jalan Lamongan Sugio. Tidak hanya mobil kecil atau pribadi, seringkali kendaraan besar juga melintasi jalur tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan Sujarwo membenarkan bahwa kerusakan yang terjadi di jalan kabupaten ini akibat pengalihan arus yang tak bisa terhindarkan. Menurutnya, banyak kendaraan berat yang volumenya melebihi kapasitas jalan kabupaten yang notabennya adalah jalan kelas III.
“Kami harap para sopir kendaraan menyadari dengan kondisi jalan di Lamongan. Jika lebih (berat) dari ketentuan, seharusnya lewat jalan Daendels Pantura saja, agar jalan sini kondisinya tak semakin rusak parah,” ujar Sujarwo, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/4/2022).
Lebih lanjut, Sujarwo menjelaskan, bahwa sejumlah jalan kabupaten yang mengalami kerusakan cukup parah itu bakal diperbaiki apabila proyek perbaikan jembatan Ngaglik di jalan Nasional telah tuntas. “Perbaikan jalan masih menunggu selesainya proyek jembatan Balun (Ngaglik 1) terlebih dahulu. Karena untuk kepentingan yang lebih besar,” bebernya.
Sementara itu, dari informasi yang dihimpun sejak pengalihan arus diberlakukan, setidaknya ada 4 truk yang telah terperosok dan terguling di ruas jalan seperti Desa Menongo, ruas jalan Desa Balungtawun, serta ruas Jalan Soko Karangbinangun yang mengalami kerusakan cukup parah.
Terbaru, pada Senin pagi (4/4/2022), truk bermuatan kayu terguling di ruas jalan alternatif Plembon – Sukodadi, tepatnya di Desa Menongo. Jalan ini merupakan jalur alternatif terpendek untuk menuju ke jalur poros nasional Lamongan-Babat.
“Selama lima hari saja, di jalur alternatif sudah ada 3 kendaraan yang ambles dan terguling di ruas jalan Menongo ini,” kata Lia, salah seorang warga Kecamatan Sukodadi. [riq/suf]







