Ponorogo (beritajatim.com) – Sehari pelaksanaan uji coba e-parking di beberapa titik di jalan Haji Oemar Said (HOS) Cokroaminoto dikeluhkan oleh para juru parkir (jukir). Mereka mengeluhkan tidak praktisnya menggunakan alat untuk elektronik parking (e-parking) tersebut.
Mereka harus memerlukan beberapa menit, untuk mengoperasikan alat e-parking tersebut. Lebih lama, jika dibandingkan dengan penarikan secara manual. “Kalau saya pribadi ya menolak menggunakan alat e-parking ini. Masalahnya terlalu rumit,” kata Harianto (51), jukir yang bertugas di ruas jalan di depan SMPN 1 Ponorogo, Senin (22/05/2023).
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/ponorogo-uji-coba-e-parking-di-jalan-hos-cokroaminoto/
Harianto menceritakan ketika sedang pelanggan melayani e-parking sebelah sini, nah pelanggan yang lainnya sudah langsung jalan. Mereka tidak mau menunggu. Dengan begitu, pendapatannya pun menurun. “Ketika disini dapat 1, yang disana sudah lari. Pikir saja sendiri kalau seperti itu, pendapatannya gimana,” ungkapnya.
Dia berharap pelaksanaan operasional parkir kembali ke manual. Tidak menggunakan alat untuk e-parking. Harianto mengeklaim seluruh jukir sudah menolak e-parking. “Dari awal seluruh jukir ketika mengadakan pertemuan menolak e-parking. Kembali manual saja,” katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Samsuri (71), jukir yang bertugas di pertokoan sebelah utara jalan HOS Cokroaminoto. Dengan menggunakan alat e-parking semakin ribet. Dirinya harus pencet-pencet tombol di alatnya. Lari ke sana ke sini sambil membawa alat ini. Belum lagi, mata juga harus melototi alatnya. “Pengennya ya biasa saja. Tidak setuju dengan alat e-parking ini,” pungkasnya.
Terkait keluhan yang diungkapkan oleh para jukir, Plt Kepala Dishub Ponorogo, Setiyo Hari Sujatmiko menanggapi santi. Menurutnya ini masih uji coba. Uji coba dilakukan untuk para jukir membuat kebiasaan menggunakan alat e-parking. Alat yang dipakai ini, menurutnya sudah diperbaiki dan lebih disederhanakan. “Bagaimanapun juga ini tuntutan zaman. Harus melaksanakan tugas secara akuntabel,” pungkasnya. (end/kun)






