Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polres Mojokerto tidak segan-segan menindak warga kedapatan konvoi saat perayaan pergantian tahun baru 2023. Setidaknya ada tiga prioritas jalur di wilayah hukum Polres Mojokerto yang menjadi antisipasi.
“Jika ditemukan, kami tidak segan-segan untuk melakukan penindakan ataupun pengamanan kendaraannya. Dan juga akan kita lepas apabila sudah melaksanakan sidang di pengadilan dan knalpotnya diganti dengan standarnya,” ungkap Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Muhammad Bayu Agustyan, Sabtu (31/12/2022).
Pasalnya, pihaknya sudah melakukan himbauan kepada masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto terkait himbauan dalam perayaan tahun baru 2023. Yakin tidak melakukan konvoi di jalan dan menggunakan knalpot brong yang dapat mengganggu ketertiban lalu-lintas.
“Kita sudah menghimbau kepada warga masyarakat bahwa jangan sampai melaksanakan konvoi-konvoi dan juga melaksanakan sifatnya nanti malah mengganggu ketertiban masyarakat dan menimbulkan kemacetan lalu-lintas,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”malam-tahun-baru-2023″]
Pihaknya menghimbau dalam merayakan pergantian tahun untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman di satu titik sehingga tidak menimbulkan kepadatan, kemacetan dan kecelakaan lalu-lintas. Sehingga jika ditemukan konvoi
“Jika nanti ada konvoi, kita nanti personel yang ada di Pos Pam tersebut melakukan penghentian kemudian menayangkan tujuannya seperti apa dan kita himbau untuk bisa menyesuaikan kegiatan serta tidak melakukan konvoi. Diprediksi terjadi kepadatan pada Sabtu malam,” ujarnya.
Lantaran pergantian tahun baru 2023 di hari Sabtu sehingga diprediksi Sabtu malam diprediksi akan terjadi puncak arus lalu-lintas. Sehingga pihaknya menyiagakan personel mulai dari Sabtu pagi dan apel kesiapan pengamanan akan dilakukan pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB.
“Dan juga kita tetap siagakan di hari Minggunya karena hari Minggu merupakan arus kembalinya masyarakat yang telah selesai merayakan pergantian tahun. Satlantas Polres Mojokerto sudah berkoordinasi dengan polsek jajaran, kita ada tiga prioritas jalur yang kita antisipasi,” jelasnya.
Yakin dua kawasan wisata Trawas dan Pacet. Untuk di Trawas jika terdapat mobilitas kendaraan yang cukup tinggi maka akan dilakukan rekayasa yakni satu arah dari Mojosari naik ke Trawas melalui jalur utama menuju Trawas. Namun, lanjut Kasat, kendaraan yang akan turun dialihkan ke Simpang Tiga Daplang ke arah Pacet.
“Dari Daplang ke arah Pacet kemudian ke masuk arah Simpang Tiga Gondang dan menuju ke Pacing sehingga bisa terurai. Sama juga yang arah Pacet juga demikian, dari arah bawah naik ke Pacet nanti untuk kembalinya akan kita arahkan ke Simpang Tiga Gondang kemudian menuju arah Pacing,” tegasnya.
Satlantas juga mengantisipasi satu titik lagi yakni di Simpang Lima Kenanten. Kasat menjelaskan Simpang Lima Kenanten merupakan pertemuan ruas jalan dari arah Jombang, Surabaya, Mojokerto Kota dan Kabupaten sehingga tidak menutup kemungkinan aktivitas di Simpang Lima Kenanten tinggi.
“Namun untuk di Simpang Lima Kenanten kita sudah siapkan terkait masalah pengaturan traffic light. Personel di sana sudah dilengkapi pengaturan traffic light, mana yang menjadi prioritas kendaraan sehingga nanti untuk kepadatan lalu-lintas bisa segera terurai,” pungkasnya. [tin/ted]






