Lamongan (beritajatim.com) – Pemkab Lamongan menggelar peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada Senin (1/5/2023), di Pendopo Lokatantra. Penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pun mewarnai kegiatan ini.
Selain itu, peringatan May Day di Lamongan pada tahun ini juga sedikit berbeda dari lainnya. Jika biasanya identik dengan demonstrasi, maka May Day di Lamongan tampak berjalan dengan damai dan kondusif. Pasalnya, dalam May Day ini juga dilakukan Halal Bihalal antara pemerintah daerah, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), serta para Serikat Buruh dan Pekerja.
Bupati Yuhronur menyampaikan bahwa koordinasi, dialog serta komunikasi yang inklusif dan dinamis antara pemerintah, perusahaan dengan pekerja atau buruh ini sangat diperlukan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pekerja dan buruh.
“Pembangunan di Kabupaten Lamongan ini sungguh sangat inklusif dan dinamis, kami terus mendukung dan mendorong apa yang menjadi keinginan para pekerja dengan berbagai cara, mengedepankan koordinasi, komunikasi dan berdialog sehingga menemukan sebuah hal yang kita sepakati bersama,” kata Yuhronur.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/menyatu-dengan-buruh-di-may-day-khofifah-kawal-7-poin-rekomendasi/
Orang nomor satu di Lamongan ini juga menuturkan bahwa terjalinnya situasi yang kondusif akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Sebab, hal itu mampu menjadi daya tarik bagi para investor agar berinvestasi sekaligus dapat menekan angka pengangguran di Lamongan.
Tak cukup itu, UMK (upah minimum kabupaten/kota) di Lamongan juga cukup memadai. Bahkan, didukung oleh pertumbuhan perekonomian yang cepat bangkit setelah pandemi. Angka kemiskinannya pun turun hingga indeks gini ratio (ketimpangan pendapatan dengan kategori baik (rangking 2 di Jatim).
“Dengan saling koordinasi, tentu ini sangat berdampak positif bagi peningkatan investasi, bagi peningkatan suasana yang dinamis, kemajuan dan perkembangan di Kabupaten Lamongan. Hampir 1/2 triliun rupiah di tahun 2022 kemarin nilai investasi yang sudah ditanamkan di Lamongan ini,” tutur Yuhronur.
“Saya yakin pada saatnya nanti ketika situasi semakin membaik, maka situasi perekonomian dunia juga semakin membaik. Kita sangat optimis Lamongan menjadi tempat tujuan investasi para pengusaha,” imbuhnya.
Lebih jauh, Bupati Yuhronur juga menerima 5 aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan serikat pekerja Lamongan. Lima poin aspirasi itu di antaranya pengawasan pelaksanan pemberian UMK pada pekerja, pemberian fasilitas jaminan kesehatan dan jaminan sosial, pemerintah menindak tegas apabila terjadi penyelewangan di perusahan, penyediaan fasilitas sekertariatan bagi pengurus perwakilan serikat pekerja Lamongan serta alokasi anggaran pembinana kepada pengurus.
“Lima hal yang tadi disampaikan oleh Pak Iswahyudi tentu akan menjadi catatan dan kami koordinasikan degan pihak terkait sesuai dengan kebijakan yang berlaku,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Lamongan Agus Cahyono melaporkan, May Day yang dikemas dalam kegiatan Halal Bihalal ini diikuti oleh 250 undangan. Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan naskah deklarasi damai antara Bupati Lamongan, Kapolres dan Dandim 0812 Lamongan, Ketua Apindo, serta Perwakilan Serikat Pekerja.
“Tujuan kegiatan ini yakni untuk mewujudkan peringatan May Day tahun 2023 yang tertib, aman, dan kondusif. Juga untuk mengutamakan kegiatan yang bersifat bakti sosial dan untuk membangun hubungan industrial yang harmonis antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja buruh,” jelasnya.
Sebagai informasi, Salah satu penerima santunan BPJS Ketenagakerjaan itu adalah Nurul Baldatun Thoyyibah, ahli waris (anak) Anwar (48), pekerja di Perusahaan Umum Daerah Pasar Kabupaten Lamongan, yang meninggal dunia akibat tertabrak Kereta Api Jayabaya rute Surabaya-Jakarta pada bulan lalu.
Santunan tersebut senilai Rp.189.004.846 yang meliputi JKM sebesar 42.000.000, JHT sebesar 10.504.846, JP sebesar 350.000 per bulan, dan beasiswa 136.500.000.[riq/kun]






