Surabaya (beritajatim.com) – Sebuah rumah di Jalan Raya Rungkut Mapan Barat Surabaya ludes dilahap si jago merah, Sabtu (18/02/2023) sekitar pukul 21.45 WIB. Dari informasi yang dihimpun, rumah tersebut milik seorang dokter yang dibiarkan kosong selama dua bulan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Dedik Irianto menjelaskan jika pihaknya menerima informasi sekitar pukul 21.51 WIB. Informasi awal yang diterima petugas adalah SPBU Gunung Anyar yang terbakar.
“Setelah kita sampai di lokasi ternyata objek rumah yang tepat di belakang SPBU Gunung Anyar,” ujar Dedik Irianto saat dikonfirmasi awak media di sekitar lokasi kejadian, Minggu (19/02/2023) dini hari.
Butuh waktu hingga beberapa jam untuk 11 unit mobil pemadam kebakaran memadamkan api. Selain 11 unit mobil PMK, petugas yang memadamkan api mendapat suplai 3 tangki air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya.
“Kesulitannya mungkin karena kita datang api sudah besar. Makanya kita rada lama. Untuk akses jalan lebar dan ada sungai yang kita jadikan sumber air untuk memadamkan api,” imbuh Dedik.
Dari informasi yang dihimpun, Dedik menduga jika kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting listrik. Karena, pada Sabtu (18/02/2023) sore, pemilik rumah sempat memeriksa kondisi rumah dan mendapati 4 lampu gudang dalam kondisi mati.
“Tadi sore ada dokter dan putranya. Rumahnya sudah sekitar dua bulan kosong, untuk korban nihil mungkin karena korsleting. Nanti pastinya biar tim Inafis dari Polrestabes Surabaya yang memastikan,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kebakaran-surabaya”]
Dedik mengimbau, jika rumah ditinggal dalam kondisi lama, sebaiknya perlengkapan elektronik dan listrik bisa dimatikan dan dicabut dari saklarnya. Tujuannya untuk mencegah korsleting yang menyebabkan kebakaran.
“Kalau ditinggal sebentar ya ga papa. Tapi kalau sebulan dua bulan ya harus dicabut dari stekernya atau dimatikan sekalian meteran listriknya,” pungkas Dedik. [ang/but]






