Ponorogo (beritajatim.com) – Tersendak, detak jantung berhenti, dan gigitan ular merupakan kejadian yang tak diinginkan dan berlaku untuk siapa pun, kapan pun dan dimana pun. Pertolongan pertama yang benar, setidaknya bisa mengurangi fatalitas yang terjadi. Namun, banyak masyarakat awam yang belum mengetahui cara yang benar melakukan pertolongan pertama.
Atas dasar tersebut, Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Kabupaten Ponorogo menggelar pelatihan penanganan kegawatan untuk awam di aula rumah sakit tersebut. Sebagai peserta pelatihan, RS tersebut menggandeng seniman, influencer dan puluhan awak media.
[berita-terkait number=”5″ tag=”rumah-sakit”]
Kurang lebih membutuhkan waktu tiga jam, para peserta memperoleh pelatihan dasar pertolongan kegawatdaruratan dari tenaga kesehatan RS tersebut. “Kegiatan ini supaya peserta bisa menambah keterampilan ketika dalam keadaan mendesak,” kata Humas RSU Aisyah, Muhammad Arbain, Minggu (19/6/2022).
Arbain mengungkapkan, awak media, seniman, dan influencer tak jarang menemukan kasus-kasus tertentu ketika di masyarakat. Yakni seperti tersedak bagi anak anak dan dewasa, jantung berhenti, dan penanganan gigitan ular.
Dengan pelatihan dasar ini, seumpama ada kasus-kasus tersebut, mereka bisa menolong apa yang harus dilakukan. “Kejadian seperti tersendak dan serangan jantung kan bisa terjadi kapan saja, jadi ketika itu terjadi bisa melakukan pertolongan pertama sebelum dibawa ke UGD rumah sakit,” katanya.
Lebih lanjut, meski materinya hanya bersifat dasar serta khususkan untuk orang awam atau non tenaga medis, namun, paling tidak bisa menambah edukasi dan wawasan dalam kondisi kegawatdaruratan. “Semoga pelatihan ini bermanfaat dan peserta mempunyai nilai lebih di masyarakat jika bisa melakukan pertolongan pertama,” pungkasnya. [end/suf]






