Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember (Unej) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menduduki peringkat kedua sebagai institusi riset perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam bidang pertanian dan biologi, di bawah Institut Pertanian Bogor (IPB).
Demikian hasil pemeringkatan yang dilakukan Scimago Institutions Rankings, sebuah lembaga internasional yang mendata dan melakukan pemeringkatan riset dan menilai relevansi riset terhadap publik di suatu institusi riset. Selain perguruan tinggi, Scimago juga menilai institusi riset pemerintah, institusi riset kesehatan, institusi riset perusahaan, dan institusi riset lembaga nirlaba.
Scimago Institutions Rangkings melakukan penilaian terhadap riset di sebuah institusi riset berdasarkan tiga indikator utama yakni indikator kinerja penelitian, inovasi penelitian, dan dampak sosial penelitian. Mereka mendata dan menilai semua penelitian institusi riset di dunia yang berhasil dimuat di jurnal ilmiah bereputasi yang masuk dalam kelompok Quartile 1 atau Q1 versi Scopus.
“Penghargaan ini makin meneguhkan kembali visi dan misi Universitas Jember yang ingin mengembangkan pertanian industrial serta sebagai perguruan tinggi dengan pusat keunggulan bioteknologi khususnya bioteknologi bidang pertanian, perkebunan dan kesehatan,” kata Bambang Kuswandi, Wakil Rektor III bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kehumasan Unej, sebagaimana dilansir Humas Unej, Rabu (6/4/2022).
Secata umum, Universitas Jember tahun ini ditetapkan sebagai institusi riset peringkat 14 di Indonesia oleh Scimago. Peringkat ini lebih baik daripada tahun lalu yang berada pada posisi 21. Penilaian ini dilakukan berdasarkan metodologi pemeringkatan yang diambil dari penghitungan kinerja publikasi indeks Scimago Institutions Rangking tahun 2016-2020.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej”]
Bambang menyebut prestasi ini menjadi pendorong bagi peneliti di Universitas Jember untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di berbagai disiplin ilmu. “Semoga hasil ini menjadikan peneliti Universitas Jember tambah bersemangat untuk meneliti dan berinovasi,” katanya.
Bambang menyebut peran Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) dalam menaikkan peringkat institusi riset versi Scimago Institutions Rangking. Lembaga yang diketuai Yuli Witono ini berhasil meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian melalui berbagai program, seperti program hibah guru besar, program percepatan guru besar, program hibah kerjasama luar negeri dan program lainnya.
“Harapannya, penghargaan ini akan melecut semangat para peneliti untuk mempertahankan pencapaian ini dan lebih berprestasi lagi di masa depan,” kata Bambang. [wir/suf]






