Lamongan (beritajatim.com) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-77 yang bertepatan dengan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2022, menjadi momen istimewa bagi PGRI Kabupaten Lamongan.
Pasalnya, di momentum tersebut PGRI Lamongan resmi memiliki Convention Hall yang diresmikan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi. Kehadiran Convention Hall PGRI yang berlokasi di Jalan Veteran Lamongan itu jadi salah satu pilihan fasilitas publik di Kabupaten Lamongan.
Selain itu, peresmian Convention Hall ini merupakan wujud hadiah dari para guru dan anggota PGRI untuk Kabupaten Lamongan. “Convention Hall PGRI ini merupakan kontribusi besar dari guru untuk Lamongan, karena selama ini hanya ada GOR sebagai fasilitas publik yang bisa disewa atau digunakan untuk kegiatan apa saja dan tentu pembangunan Convention Hall ini adalah pilihan yang sangat tepat. Pasti akan sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Bupati Yuhronur, Minggu (27/11/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”guru-lamongan”]
Dalam kesempatan ini, orang nomor satu di Lamongan ini juga mengungkapkan apresiasi dan terima kasihnya atas dedikasi, pengabdian dan integritas para guru dalam membentuk karakter berkualitas generasi Lamongan.
Pihaknya menjelaskan, peran besar guru dalam pembangunan Lamongan itu dibuktikan dengan Indeks Pembangunan Manusia yang mengalami peningkatan, di mana pada tahun 2021 IPM Lamongan berada pada angka 73,12, yang berarti melampaui Jawa Timur (72,14) dan nasional (72,29).
“Alhamdulillah, indeks pembangunan manusia terus mengalami peningkatan, bahkan Lamongan rangking 16 dari 37 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur. Ini menandakan kontribusi guru sangat besar, khususnya dalam meningkatkan IPM, karena dengan pendidikan yang baik mampi menciptakan SDM yang baik dan ini akan bersinggungan dengan indeks kesehatan maupun sosial dan ekonomi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Lamongan Adi Suwito turut mengucapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru maupun tenaga pendidik yang telah mengajar dengan tulus dan penuh kasih sayang. Adi menyebut, para guru telah mengabdi untuk negeri. Ia yakin, dengan keikhlasan para guru tersebut, akan muncul murid-murid yang berakhlak dan berkualitas.
Bahkan, tambah Adi, para guru tidak hanya mengajar saja, melainkan juga melakukan berbagai inovasi untuk menunjang proses pembelajarannya. Hal ini terbukti dengan diserahkannya berbagai penghargaan kepada guru pelopor inovatif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru maupun tenaga administrasi yang telah ikhlas dan sabar dalam bekerja. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah atas kebijakannya yang menerima seleksi PPPK pada tahun ini. Tentu pemerintah memberi kesempatan besar kepada para guru honorer yang telah mengabdi bertahun-tahun. Sehingga kesejahteraan guru semakin meningkat,” tutupnya. [riq/suf]






