Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar upacara wisuda periode IV tahun akademik 2021/2022 digelar secara hibrid, Sabtu (14/5/2022). Sebanyak 450 orang wisudawan mengikuti upacara di gedung auditorium, dan sebanyak 450 wisudawan lainnya tetap mengikuti upacara secara daring.
Mereka yang hadir di auditorium akan diwisuda tanpa disaksikan pendamping. “Mohon maaf, untuk wisuda saat ini orang tua wisudawan, keluarga atau orang terdekat belum bisa mendampingi sebab hanya wisudawan, senat, undangan dan panitia saja yang ada di dalam auditorium,” kata Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Slamin, sebagaimana dilansir Humas Unej.
[berita-terkait number=”5″ tag=”unej-jember”]
Lulusan Fakultas Kedokteran Ali Habibi, S.Ked., mencetak IPK 3,99 atau nyaris sempurna. Calon dokter asal Malang ini menjalani kuliah selama 3 tahun 5 bulan dan 1 hari. Sementara gelar wisudawan berprestasi di jenjang diploma dan pasca sarjana untuk kali ini belum ada.
Dalam pidato wisudanya, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna bersyukur bisa memulai kembali wisuda secara tatap muka. Sebelumnya hampir dua tahun, wisuda dilaksanakan secara daring karena pandemi. Wisuda tatap muka dilakukan secara terbatas setelah melihat situasi dan kondisi penanganan Covid-19 secara nasional dan regional yang menunjukkan tren positif.
“Namun tentu saja kita harus terus waspada dan tetap mematuhi protokol kesehatan, serta mendorong makin banyak warga yang mendapatkan vaksin booster agar herd immunity segera terwujud,” kata pria berkacamata ini.
Wisuda kali ini istimewa, karena dihadiri Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono. Dia memberikan ceramah kebangsaan bertema Peran Perguruan Tinggi Dalam Membangun Bangsa dan Negara di upacara wisuda.
Gatot juga didaulat menjadi dosen luar biasa Fakultas Hukum Unej. “Salah satu kegiatan dalam Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka adalah praktisi mengajar, dan menjadi kebanggaan bagi Universitas Jember menerima Wakapolri sebagai pengajar di kampus mengingat kepakaran beliau di bidang kepolisian dan hukum,” kata Iwan. [wir/suf]






