Ponorogo (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo telah menutup proses Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) sejak tanggal 15 Januari 2024 lalu hingga pukul 23.59 WIB. Dari hasil rekap data sementara yang telah dilakukan, tercatat ada sebanyak 2.576 orang masuk atau akan mencoblos di Ponorogo pada Pemilihan Umum (Pemilu) tanggal 14 Februari 2024 nanti.
“Data sementara DPTb yang akan mencoblos di Ponorogo sebanyak 2.576 orang,” kata Komisioner KPU Ponorogo Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Ali Mahfudz, Kamis (18/1/2024).
Selain DPTb pemilih yang akan mencoblos di Bumi Reog, KPU Ponorogo juga mencatat adanya pemilih yang keluar dari Ponorogo. Untuk DPTb yang mencoblos ke luar Ponorogo ada sebanyak 2.985 orang.
“Sementara DPTb untuk pemilih yang mencoblos ke luar Ponorogo ada 2.985 orang,” katanya.
Ali mengatakan bahwa DPTb yang masuk ke Ponorogo ini, mayoritas merupakan pelajar atau mahasiswa. Sedangkan untuk DPTb yang keluar Ponorogo, rata-rata merupakan orang yang kerja ke luar daerah. Namun, juga ada mahasiswa yang belajar di luar kota maupun luar pulau. Selain itu juga ada mahasiswa yang belajar di luar negeri.
“Untuk pemilih yang mencoblos ke luar Ponorogo, ada yang pekerja, ada juga mahasiswa. Bahkan juga ada mahasiswa yang belajar di luar negeri didaftarkan DPTb,” ungkap Ali.
Lebih lanjut, Ali menjelaskan bahwa jika DPTb yang ke luar pulau atau luar negeri, secara otomatis mereka nanti hanya akan mendapatkan surat suara Pilpres saja, yang nantinya akan dicoblos. Sedangkan yang masih berdomisili dan masih dalam satu dapil, baik DPRD kabupaten maupun Provinsi tetap akan mendapatkan surat suara penuh.
“Bagi DPTb pemilih ke luar pulau atau luar negeri, nanti hanya akan mendapatkan surat suara untuk Pilpres saja,” katanya.
Ali menambahkan bahwa jumlah DPTb ini masih bersifat sementara. Sebab, sebelum ditutup, server DPTb Sidalih (Sistem Informasi Data Pemilih) sempat down. Sehingga data pengajuan DPTb belum terupload semua. [end/beq]






