Bojonegoro (beritajatim.com) – Virus yang menyebabkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak terus meluas. Termasuk di Kabupaten Bojonegoro yang berbatasan langsung dengan daerah wabah di Jawa Timur yakni Kabupaten Lamongan.
Ratusan hewan ternak di Kabupaten Bojonegoro kini juga terindikasi mulai terpapar. Sedikitnya, data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro hingga tanggal 28 Mei 2022 sudah ada 232 ekor sapi yang terjangkit PMK.
“Sesuai dengan pantauan mulai tanggal 14 hingga 28 Mei 2022 mencapai 232 penyakit,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, Selasa (31/5/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”penyakit-PMK”]
Untuk itu, untuk mengurangi penyebaran yang lebih luar, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan untuk menutup sementara semua pasar hewan. Penutupan dimulai sejak 30 Mei 2022 hingga 14 hari kedepan. “Untuk sementara transaksi jual beli hewan di pasar ditiadakan selama 14 hari,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro Sugiharti Rahayu mengatakan, telah membatasi peredaran hewan ternak dari daerah yang sudah ditetapkan sebagai daerah wabah PMK. “Hewan ternak dari daerah lain yang masuk kita tolak,” ujarnya.
Menurutnya, hewan ternak yang terindikasi PMK sebenarnya tidak berbahaya, namun dalam penyebarannya dinilai sangat cepat menular kepada hewan yang lain. “Tidak bahaya, tetapi cepat menular dan kerugian ekonomi karena sapi jadi kurus,” pungkasnya. [lus/kun]






