Lamongan (beritajatim.com) – Dengan melandainya pandemi dan masuknya Kabupaten Lamongan di Level 1, kini wahana bianglala atau kincir ria di Alun-alun Lamongan telah dioperasikan kembali.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan, Anang Taufik membenarkan, bahwa dibukanya kembali bianglala ini sejak Jumat (1/4/2022) kemarin karena adanya kelonggaran dari kebijakan pemerintah untuk kabupaten yang masuk kategori PPKM Level 1.
“Tahun sebelumnya sempat dibuka, namun karena ada lonjakan Covid-19 akhirnya kita tutup kembali. Sekarang, karena ada kelonggaran dari kebijakan pemerintah dan diijinkan oleh Pak Bupati untuk menyemarakkan bulan suci Ramadan, sehingga wahana ini dibuka lagi agar bisa dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Anang, Minggu (3/4/2022).
Meski begitu, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, Anang menyampaikan, para pengunjung tetap diharuskan untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan wajib melakukan scan barcode pada aplikasi Pedulilindungi yang sudah disiapkan.
Mengenai tarif naik bingalala ini, tambah Anang, untuk sementara masih digratiskan. Sebelumnya, untuk sekali naik, pengunjung dikenakan tarif Rp 5 ribu. Yang mana tarif tersebut digunakan untuk biaya perawatan dan upah buat yang jaga. Tentu, tarif ini juga menyesuaikan operasional dan peraturan dari Pemeribrah Kabupaten Lamongan
“Sementara masih kita gratiskan. Ini juga sudah ada peraturan daerahnya (Perda), cuma digratiskan sekitar dua atau tiga minggu maupun pada bulan Ramadan ini digratiskan. Menyesuaikan situasi dan kondisi,” ujar Anang.

Untuk persiapan yang dilakukan, Anang mengaku, jika pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi yang bersifat teknis, seperti perbaikan dinamo, kelistrikan, lampu penerangan, pergantian accu, dan pembersihan gondola.
“Semua persiapan ini untuk mencegah resiko yang tidak diinginkan kita semua. Personil operator bianglala juga dipilih dengan proses seleksi, karena tak semua orang bisa mengoperasikannya, dibutuhkan skill (keahlian) tersendiri,” sambungnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”lamongan”]
Selama bulan suci Ramadan, lanjut Anang, Bianglala ini dibuka pada mulai pukul 16.00 WIB – 17.30 WIB buat acara ngabuburit jelang berbuka puasa. Kemudian, setelah salat tarawih dibuka lagi sampai pukul 21.30 WIB.
“Di depan pintu masuk juga sudah tertulis apa yang menjadi himbauan sebagai SOP pengunjung. Dipersilahkan bagi warga masyarakat Lamongan yang rindu akan bianglala bisa datang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dan kita gratiskan selama Ramadan ini,” terangnya.
Seperti diketahui, bianglala ini diserahkan wewenangnya ke pihak DLH baru 1 tahun lalu saat pandemi. Bianglala tersebut diresmikan di era Bupati Fadeli, pada senin malam (30/12/2019), yang menelan dana sekitar Rp 7 miliar.
Bianglala yang berbentuk seperti kincir air raksasa ini terletak di sebelah pojok arah barat laut Alun-alun Lamongan, yang terdiri dari 18 kabin, yang mana tiap kabinnya mampu menampung 4 orang dewasa atau 5-6 anak kecil.
Saat naik di kabin paling atas, pengunjung bisa merasakan sensasi ketinggian sambil melihat keindahan pemandangan Lamongan melalui bianglala tersebut.[riq/ted]





