Ragam

Baru! WhatsApp Beri Fitur Komunitas, Begini Cara Kerjanya

Cara kerja fitur baru WhatsApp, komunitas. (Sumber foto : tangkapan layar WhatsApp)

Surabaya (beritajatim.com) – WhatsApp baru saja memberikan fitur baru untuk para penggunanya. Mungkin masih banyak yang bingung cara penggunaan fitur komunitas pada WhatsApp ini. Tak sedikit juga yang bertanya-tanya tentang perbedaan komunitas dengan grup WhatsApp.

Pada dasarnya, sesuai dengan keterangan yang telah ditunjukkan WhatsApp, bahwa fitur ini digunakan untuk mengelola sebuah grup agar lebih mudah, terlebih dalam menyampaikan sebuah pesan pengumuman. Hal ini akan sangat cocok digunakan untuk komunitas sekolah, kerja, dan sebagainya.

Cara pakai atau penggunaan fitur ini cukup mudah, yakni kamu cukup ikuti arahan WhatsApp untuk memilih ‘Mulai Komunitas Anda’. Kemudian, pilih salah satu grup atau beberapa grup yang ingin dimasukkan di dalam komunitas tersebut.

Ada baiknya jika antar grup tersebut mempunyai anggota atau tujuan yang sama. Misalnya, dosen pengampu yang ingin menggabungkan beberapa grup kelas.

Bisa juga misalnya seperti atasan yang ingin menggabungkan grup antar divisi menjadi satu komunitas.

Meski begitu, hal tersebut tidak lantas membuat para anggota yang masuk dalam komunitas tahu menyoal anggota lainnya. Mereka hanya tahu jika ada penggabungan antar grup di dalamnya, itu pun yang terlihat hanya dirinya dengan si pembuat komunitas saja. Sehingga tampak seolah hanya terdiri dari dua anggota saja.

Selebihnya, hanya si pembuat grup yang tahu perihal jumlah dan siapa saja yang menjadi anggota komunitas tersebut. Layaknya grup WhatsApp, si pembuat komunitas juga bisa menambahkan atau mengeluarkan anggota. Namun, menunjuk orang lain sebagai admin tidak bisa dilakukan dalam fitur komunitas ini.

Selain itu, pada fitur komunitas hanya si pembuat saja yang dapat mengirimkan pesan. Hal inilah yang nantinya berguna sebagai pesan pengumuman atau broadcast. Di mana para anggota hanya bisa membaca, tetapi tidak dapat memberikan respon berupa balasan komentar, stiker, ataupun emoticon.

Sebagai admin, si pembuat tidak dapat keluar dari komunitas yang telah dibuatnya sendiri. Meski begitu, komunitas tersebut dapat dinonaktifkan jika memang sudah tidak digunakan lagi. (fyi/nap)

Apa Reaksi Anda?

Komentar