Blitar (beritajatim.com) – M. Rafael Moreno, atlet futsal Kota Malang mengklarifikasi bahwa dirinya bukanlah pelaku penendangan pemain Porpov Kabupaten Blitar, Hanafi. Klarifikasi tersebut dia sampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagramnya.
Dalam video itu, Moreno juga menyebutkan sosok pemain yang telah menendang Hanafi dalam pertandingan futsal Porprov Jatim VIII/2023 di Sidoarjo. Sosok tersebut adalah M. Mahdi Ansharullah, atlet futsal Porprov Kota Malang yang mengenakan nomor punggung 17.
Sementara dirinya menggunakan nomor punggung 15 dan sedang berada di pinggir lapangan sebagai pemain cadangan. Moreno pun meminta netizen berhenti menyalahkan dirinya, pasalnya ia bukanlah pelaku penendangan.
“Di sini saya ingin mengklarifikasi surat keputusan dari Komdis yang surat keputusannya salah yang sebenarnya nomor 17 itu atas nama Mahdi namun di tulisan putusnya atas nama Moreno,” kata Moreno, dalam unggahan instastory nya, Sabtu (23/9/2023).
Pengakuan Moreno ini pun semakin menegaskan bahwa surat keputusan dari Komisi Disipilin Asosiasi Futsal Provinsi Jatim keliru. Pasalnya dalam tersebut M. Rafael Moreno lah yang disebut sebagai pelaku penendangan.
Padahal sejatinya Moreno tidak melakukan apapun dalam pertandingan futsal antara Kota Malang kontra Kabupaten Blitar tersebut. Moreno pun menyayangkan atas kekeliruan surat keputusan dari Komdis.
“Saya meminta semua media untuk mentekedown semua berita yang menyebutkan nama saya sebagai pelaku penendangan, karena saya bukan pelakunya,” tutupnya.
BACA JUGA:
Hanafi Desak Pemain Futsal Kota Malang Mengakui Menendangnya
Sementara, Komdis AFP Jatim telah menjatuhkan sanksi kepada Moreno berupa larangan bermain selama 2 tahun di pertandingan resmi. Padahal, hasil investigasi KONI Kabupaten Blitar menyebutkan Moreno bukan pelaku penendangan terhadap Hanafi.
Hal serupa juga disuarakan oleh Hanafi, pemain futsal Porpov Kabupaten Blitar itu mengatakan bahwa Moreno bukanlah pelaku penendangan. Hanafi juga sudah berkomunikasi dengan Moreno terkait kekeliruan surat hukuman dari Komdis.
Hanafi Jauhar Ahmad meminta agar pemain futsal Porpov Kota Malang dalam hal ini M. Mahdi Ansarullah sebagai pelaku penendangan terhadap dirinya untuk segera mengaku. Pasalnya hingga kini pemain yang menendang Hanafi tersebut belum bersuara ke publik.
“Saya minta ke pelaku ayolah terang-terangan, ayo datang ke Blitar kita selesaikan secara kekeluargaan, karena kasihan juga Moreno dia bukan pelaku,” kata Hanafi Jauhar Ahmad, pemain futsal Porpov Kabupaten Blitar, Jumat (22/9/2023).
BACA JUGA:
Hasil Visum Pemain Futsal Blitar Ditendang Atlet Kota Malang
Hanafi meminta pihak KONI Kota Malang terbuka dalam kasus ini. Pihak Hanafi tidak ingin kasus ini terus berlarut tanpa ada kejelasan.
Jika semakin lama kasus ini bergulir tanpa ada kejelasan pelaku, maka Moreno masih tetap akan jadi sasaran cacian netizen. Padahal sang pemain, Moreno tidak melakukan tindakan apapun.
Maka dari itulah Hanafi meminta KONI Kota Malang dan AFP Jawa Timur untuk segera mengungkap siapa pelaku penendangan terhadap dirinya.
“Kasihan Moreno mas, dia tidak bersalah tapi sampai jadi sasaran cacian netizen, dia sempat syok juga. Maka dari ini harus segera diungkap siapa pemain nomor 17 yang menendang saya itu,” ungkapnya. [owi/beq]






