Jombang (beritajatim.com) – Sutomo (60), warga Dusun Dongeng, Desa Jarakkulon, Kecamatan Jogoroto, diliputi kesedihan. Rumahnya yang sederhana diterjang angin puting beliung. Bahkan, dirinya sempat menyaksikan atap rumahnya itu terbang akibat terjangan puting beliung.
Tentu saja, rumah yang berada di RT 14, RW 03 itu atapnya ‘gundul’. Bagian atap yang tersisa hanya ada di bagian teras dan dapur. Atap rumah milik Sutomo yang terbang itu berbahan galvalum. Sedangkan bagian teras menggunakan atap asbes, sedangkan dapur beratapkan genting tanah liat.
[berita-terkait number=”5″ tag=”puting-beliung-jombang”]
Sutomo berkisah, bencana itu datang secara tiba-tiba. Awalnya, awan hitam menggantung di Kecamatan Jogoroto dan sekitarnya. Sekitar pukul 15.00 WIB, hujan deras disertai angin kencang. Warnanya putih, suaranya bergemuruh. Saat itu Sutomo masih di dalam rumah.
Karena takut, Sutomo bergeser ke teras. Nah, saat itulah dia menyaksikan atap rumah terbang terbawa angin. Atap berbahan baja ringan itu terbawa angin hingga 20 meter. “Saya menyaksikan atap rumah ini terbang dibawa angin.
Meski rumahnya rusak, namun Sutomo masih bisa berucap syukur. Itu karena dirinya san sang istri Sulianah (60), selamat. “Rumah ini dibangun pada 2013. Saat itu saya mendapat bantuan bedah rumah dari pemerintah. Sekarang rusak lagi,” kata Sutomo sembari memendangi rumahnya yang acak-acakan.

Kepala Desa Jarak Kulon Ikhwan Muslimin menambahkan, selain rumah Sutomo, angin puting beliung juga menyebabkan tiga rumah lainnya rusak. Rinciannya, dua rumah rusak ringan, dua lagi rusak berat. “Termasuk rumah Pak Sutomo ini yang rusak berat,” ujarnya.
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Syamsul Bahri membenarkan kejadian tersebut. Selain Desa Jarakkulon, lanjut Syamsul, puting beliung juga menerjang Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno. Dua desa tersebut saling berdekatan.
Hanya saja, angin kencang yang menerjang Desa Menganto hanya menyebabkan sedikitnya tiga pohon besar tumbang menutup jalan. “Hasil pendataan sementara di Desa Menganto, tidak ada rumah rusak. Hanya beberapa pohon roboh. Petugas BPBD sudah melakukan pembersihan pohon yang menutup jalan tersebut,” pungkas Syamsul. [suf]






