Magetan (beritajatim.com) – Puluhan tahun, pasar Gorang Gareng tak tersentuh revitalisasi, Hal itu disampaikan Ketua DPRD Magetan Sujatno saat menilik Pasar Gorang Gareng di Desa Genengan Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (23/9/2023). Selain menyerap aspirasi para pedagang yang butuh musala, legislator PDI Perjuangan itu turut mengecek kondisi pasar.
Sujatno mengatakan pasar itu tak mengalami perubahan sejak dia kecil. Pria 53 tahun itu mengatakan, bangunannya masih sama, namun kini kondisinya memprihatinkan. Karena, banyak atap bocor saat musim hujan, sehingga mengganggu aktivitas jual beli.
Setelah diusut, rupanya pasar tersebut tak tersentuh revitalisasi. Bahkan, belum ada musala. Dia pun bakal menyampaikan hal tersebut pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Magetan. Serta, mengusulkan agar ada perbaikan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Banyak atap bocor saat hujan, belum ada musala. Sehingga, akan kami sampaikan ke rapat dewan dan TAPD. Syukur jika nanti usulan kami diterima oleh Kementerian Perdagangan agar pasar Gorang Gareng bisa direvitalisasi pakai APBN,” kata Sujatno.
BACA JUGA:
Ini Infrastruktur Era Suprawoto-Nanik yang Kini Masih Belum Bisa Digunakan Maksimal
Pria warga asli Desa Mojorejo Kecamatan Kawedanan Magetan itu mengatakan, sangat disayangkan jika pasar Gorang Gareng tersebut tak direvitalisasi. Dia menilai, pasar tersebut sangat berpotensi dalam meningkatkan perekonomian bagi 600 pedagang di sana.
“Dari Takeran, Bendo, dan Lembeyan kan ada yang ke sini. Sehingga, pasar ini menyimpan potensi. Namun, selama ini belum ada revitalisasi untuk meningkatkan fasilitas penunjang bagi pembeli dan pedagang,” lanjut Sujatno.
Pun, saat mengecek kondisi pasar, hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan Sucipto. [fiq/suf]






