Gresik (beritajatim.com) – Puluhan sopir angkutan umum yang beroperasi di Gresik mendapat bantuan sembako. Bantuan ini diharapkan bisa mengurangi beban saat pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
M.Syafi salah satu sopir angkutan umum mengaku berterima kasih ada bantuan seperti ini. Pasalnya, sejak PPKM Darurat dirinya lebih banyak di rumah karena sepi tidak ada penumpang.
“Lah gimana lagi, kondisinya seperti ini. Apalagi ada PPKM Darurat tambah runyam penumpang sepi,” ujarnya, Jumat (16/07/2021).
Kondisi yang dialami M.Syafei juga dialami oleh sopir angkutan umum lainnya. Mereka pada umumnya mengeluh akibat sepinya penumpang. Padahal, hasil dari menarik angkot dibutuhkan buat kebutuhan sehari-hari.
Nestapa para sopir angkutan umum itu, didengar oleh para tim Perwira Pengamat Wilayah (Pamatwil) Polda Jawa Timur. Dipimpin Kombes Pol Adi Karian Tobing bersama AKBP Beni Elfiansah melakukan bakti sosial di terminal angkutan umum Bunder, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Jumat (16/7/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Baksos yang juga didampingi Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, dan Kasat Lantas AKP Yanto Mulyanto memberikan bantuan sembako kepada 25 orang sopir angkutan umum yang terimbas pandemi Covid-19 dan penerapan PPKM Darurat.Sembako yang disalurkan berupa 125 kilogram beras dan mie instan 25 dus.
“Tujuan dilakukannya baksos ini untuk meringankan beban para driver angkutan umum yang terdampak Covid-19 dalam pemberlakuan PPKM Darurat.” ujar Arief Fitrianto.
Alumni Akpol 2001 itu mengimbau semua pihak agar mendukung ikhtiyar pemerintah dalam menyudahi pandemi ini.
“Kalau bisa jangan kemana-mana, nang omah ae,” pungkas Arief. [dny/but]






