Surabaya (beritajatim.com) – PT Liga Indonesia Baru (LIB) terus mematangkan rencana penerapan kembali aturan suporter away di Liga 1 musim 2025/2026. Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus menyebut, pihaknya tengah melakukan pendalaman dan persiapan teknis, salah satunya melalui peluncuran aplikasi Sobat Liga.
Aplikasi Sobat Liga dirancang untuk mendata para penonton yang hadir di stadion, termasuk suporter tim tamu, menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pengawasan dan keamanan dalam pertandingan.
“Ya, Liga masih dalam proses pendalaman, yang pasti kami juga percaya diri, seperti yang kami launching kemarin Sobat Liga, di mana itu sebuah jawaban untuk memenuhi kewajiban suporter away bisa hadir, dan tanda tanya besarnya adalah, apakah suporter away bisa lepas dari pikiran rivalitas ini, dan ini masih belum tahu, kita masih pendalaman,” ujar Ferry Paulus, Kamis (8/5/2025).
Selain kesiapan teknologi, PT LIB juga akan segera berkomunikasi dengan pihak Kepolisian untuk mendapatkan dukungan serta memastikan langkah antisipasi keamanan yang komprehensif.
“Nanti pada akhir Mei ini kami akan ketemu pihak Kepolisian. Untuk persiapan musim depan, harapan kami tentu suporter away bisa datang, agar lebih menggeliat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PSSI Erick Thohir telah menyerahkan sepenuhnya pengambilan keputusan terkait suporter away kepada PT LIB dan klub-klub Liga 1. Erick menegaskan bahwa apabila aturan tersebut kembali diterapkan, tanggung jawab atas setiap kejadian di lapangan ada di tangan operator liga dan klub penyelenggara pertandingan.
“Tentu kompetisi tanggung jawab Liga. Klub bertanggung jawab dengan pertandingannya. Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan-kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, Liga dan klub bertanggung jawab sepenuhnya,” ujar Erick Thohir pada 29 April 2025. [way/beq]






