Malang (beritajatim.com) – Liga Pelajar Piala Bupati Malang 2023 resmi dimulai, Minggu (19/3/2023).
Liga Pelajar merupakan cara Askab PSSI Kabupaten Malang bersama dengan Dinas Pendidikan untuk menggaet atlet berprestasi di Kabupaten Malang.
“Dengan adanya Liga Pelajar, maka kami berharap akan lahir atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Malang. Gelaran Liga Pelajar itu merupakan ajang kompetisi, karya kami (PSSI dan Dinas Kabupaten Malang; red),” ungkap Ketua Askab PSSI Kabupaten Malang, Agus Sa’dullah, Minggu (19/3/2023).
Menurut Gus Sa’dullah, Liga Pelajar ini telah dibuka oleh Pak Bupati di stadion Kahuripan Turen kemarin. Diikuti 33 tim dari kelompok usia 12 tahun, yang mewakili 33 kecamatan se Kabupaten Malang.
Baca Juga:
https://beritajatim.com/politik-pemerintahan/lewat-musdes-warga-di-kabupaten-malang-bisa-pilih-kades-paw/
Ia menjelaskan, tim dibagi menjadi 8 grup dengan sistem setengah kompetisi. Pertandingan yang mempertemukan tim di partai semifinal dan final, dilangsungkan dengan sistem gugur.
“Ini adalah satu di antara karya kami (Askab PSSI dan Dinas Pendidikan; red), bersama pak Suwadji kami berkolaborasi untuk mendapatkan atlet terbaik nantinya,” terang Gus Sa’dullah sapaan akrabnya.
Sementara itu, dalam sambutannya di pembukaan Liga Pelajar, Bupati Malang, HM Sanusi mengajak semua elemen untuk bersama-sama mewujudkan iklim pembinaan sepak bola yang serius bagi perkembangan persepakbolaan di Kabupaten Malang.
“Perlu bersama-sama mewujudkan iklim untuk mendukung sepak bola agar terus bertumbuh kembang,” kata Sanusi.
“Dengan pola pembinaan yang produktif, maka akan menjadi trigger lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Malang,” sambungnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang menyambut baik dilaksanakan kompetisi sepak bola ini. Ia menilai ajang ini penting untuk menggelorakan olahraga khususnya sepak bola.
Ajang ini diharapkan menjadi cara untuk menjaring atlet muda berbakat dari Kabupaten Malang. Digadang-gadang dapat dipersiapkan sebagai atlet profesional yang siap terjun di level kompetisi yang lebih tinggi.
“Harapan Pemerintah Kabupaten Malang agar ini dapat diimbangi pula dengan semangat, serta spirit dari seluruh stakeholders di cabang olahraga raga sepak bola,” Sanusi mengakhiri. (yog/ted)






