Jember (beritajatim.com) – PSSI Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghidupkan kembali Galakarya (Liga Sepak Bola Karyawan) pada Juni – Agustus 2023. Rencananya akan diikuti 16 perusahaan.
Sekretaris Askab Jember Andi Slamet mengatakan, saat ini sudah ada 12 perusahaan yang mendaftarkan diri, di antaranya Bank Jatim, PGRI Wuluhan, BNI, Bank Mandiri, RSU Kalisat, RSU dr. Soebandi, PT Telkom Jember, dan PLN. “Sejumlah bank dan perusahaan juga sudah konfirmasi akan ikut, seperti BRI, BCA, Gudang Garam, dan Indomaret,” katanya, Selasa (16/5/2023).
Jika merunut sejarah sepak bola Indonesia, Galakarya adalah turnamen sepak bola antarinstansi dan perusahaan yang digelar pada masa Orde Baru. Terakhir turnamen ini digelar pada 1990. Galakarya yang berstatus amatir sempat diikuti pemain-pemain sepak bola yang akhirnya menjadi bintang, seperti Budi Yohanis yang kemudian memperkuat Persebaya Surabaya dan Ribut Waidi yang memperkuat PSIS Semarang.
Ketua PSSI Askab Jember Try Sandi Apriana mengatakan, ada sejumlah perusahaan dan instansi luar Jember yang ingin mendaftar. “Tapi saya tahan dulu. Saya ingin memprioritaskan perusahaan Jember dulu. Kami batasi 16 tim saja pesertanya,” katanya.
Rencananya pertandingan akan digelar di Stadion Notohadinegoro Jember pada Sabtu dan Minggu sejak awal Juni 2023. Enam belas tim ini akan dibagi empat grup dengan sistem setengah kompetisi. Fase gugur akan digelar setelah fase grup selesai. Pertandingan digelar dengan durasi dua kali 35 menit.
“Turnamen ini digelar karena permintaan teman-teman karyawan. Mereka ingin ada kompetisi resmi yang diadakan PSSI dan kalau bisa ada sertifikat dari PSSI, karena di tempat lain belum tentu ada sertifikat dengan tanda tangan ketua PSSI,” kata Sandi.
Andi Slamet menambahkan, Galakarya ini bisa membuka ruang bagi para pemain sepak bola yang sudah tidak produktif di lapangan hijau untuk bekerja di perusahaan lewat jalur olahraga. “Mungkin ada perusahaan ingin ikut Galakarya, akhirnya merekrut pemain sepak bola,” katanya.
Askab bersurat kepada Bupati Hendy Siswanto agar turnamen tersebut bisa digelar dengan nama Piala Bupati Jember. “Mudah-mudahan Bupati bersedia hadir dan memberikan piala pada saat final,” kata pria yang juga anggota DPRD Jember ini.
Menurut Sandi, turnamen ini sebenarnya diagendakan terlaksana tahun lalu. “Cuma karena tahun lalu ada banyak kendala, termasuk adanya Tragedi Kanjuruhan, akhirnya tertunda. Jadi sebenarnya ini program yang harus kami laksanakan,” katanya. [wir]






