Surabaya (beritajatim.com) – PSHT Surabaya mengesahkan warga baru di Kodiklatal, Krembangan, Perak, Jumat (28/07/2023) malam. Agar tidak mengganggu situasi kamtibmas di Kota Surabaya, Polisi mengerahkan 1738 personel gabungan dari TNI, Polda Jatim, dan Polrestabes Surabaya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Haryoko Widhi menjelaskan bahwa ada 18 pos penyekatan yang telah disiapkan oleh Polrestabes Surabaya. Utamanya di Bundaran Cito, Merr Gunung Anyar, Terminal Benowo, Kedung Cowek. Langkah itu diambil agar masyarakat tidak terganggu dengan acara yang digelar oleh PSHT Surabaya.
“Kita juga menyiapkan 3 pos unit bergerak, di Pos Siola jalan Tunjungan, Pos depan KBS (Kebun Binatang Surabaya) dan Pos panatu patung kuda,” ujar Haryoko, Jumat (28/7/2023).
Selain menyiapkan personel, polisi juga menerapkan aturan jam malam khusus pada malam pengesahan warga baru PSHT Surabaya. Bagi SPBU, Pertokoan, Perkantoran, dan Perbankan di sekitar Perak diharapkan tutup dari jam 10 malam – 2 pagi.
Polisi juga menghimbau agar PSHT Surabaya tidak berkonvoi dan menggunakan atribut bendera selama acara berlangsung. Bagi para pesilat PSHT Surabaya yang tidak memiliki undangan agar tidak memaksakan datang ke lokasi pengesahan.
“Akan dilakukan penindakan secara tegas terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas penyalahgunaan minuman keras, narkoba, senjata tajam dan tindak pidana lainnya,” pungkas Haryoko.
Diberitakan sebelumnya, 1053 anggota PSHT akan mendatangi Surabaya besok, Jumat (28/07/2023). Ribuan anggota PSHT itu akan datang ke Kodiklatal Krembangan, Surabaya untuk menghadiri acara pengesahan warga baru.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan jika pihaknya tidak segan untuk menindak tegas para pesilat yang melanggar aturan. Pihaknya pun telah memerintahkan kepada Polsek Jajaran untuk memberikan himbauan kepada pengurus ranting agar tidak ada konvoi pesilat besok. (ang/kun)
Ribuan PSHT Akan Datang ke Surabaya Hari Ini, Kepolisian Beri Himbauan Tegas






