Gresik (beritajatim.com) – Proyek perbaikan jembatan di Desa Klampok, Kecamatan Benjeng, Gresik terhenti akibat debit air yang terus naik saat hujan deras. Pekerjaan perbaikan jembatan tidak bisa dilanjutkan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Achmad Hadi menuturkan, jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cerme dan Benjeng itu tetap dilanjutkan tahun ini.
“Sudah tahap lelang akan kami masukkan lagi dengan lebih dulu melakukan review kondisi eksisting di lapangan,” tuturnya, Jumat (7/01/2022).
Menurut Hadi, terkait perbaikan memang ada penyesuaian desain, atau perencanaan supaya pengerjaanya lebih efisien. Pengerjaannya tidak harus dilakukan oleh kontraktor lama.
“Melalui penyesuaian itu juga mempertimbangkan kendala teknis di lapangan karena saat ini masih musim hujan,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Jembatan Klampok sempat viral di pemberitaan. Pasalnya saat Kali Lamong meluap jembatan tersebut roboh dan terseret arus. Jembatan senilai Rp 2,4 miliar tersebut kini masih dalam perbaikan.
Sementara itu, secara terpisah Sekretaris Komisi III Dewan Gresik, Abdullah Hamdi mengatakan, progres perbaikan Jembatan Klampok sudah dilakukan meski terkendala cuaca.
“Sebetulnya tinggal pasang saja karena material sudah disana semua. Termasuk tiang pancangnya yang akan dipasang,” pungkasnya. [dny/but]






