Ngawi (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi mencatat produksi sampah di Ngawi tahun lalu hanya sekitar 11 juta ton. Sementara itu, tahun 2022 silam produksi sampah mencapai 13 juta ton. Rata-rata, produksi harian susut dari 40 ton menjadi 30 ton per hari.
“Ada penurunan signifikan produksi sampah harian di Ngawi,” kata Kabid pengelolaan sampah dan limbah B3 DLH Ngawi Suprapti Miasih, Jumat (19/01/2024) .
Menurut wanita yang lekat disapa Pratik itu, penurunan sampah sangat signifikan karena masyarakat mulai sadar pola reuse, reduce dan recycle (3R). Selain itu, pemanfaatan bank sampah yang ada di desa-desa.
Pihaknya mencatat ada 67 bank sampah di Ngawi. Selain itu sudah ada 11 tempat pengolahan sampah 3R di Ngawi. “Hanya residu yang masuk ke TPA Selopuro,” ujarnya.
Dia mengatakan jumlah sampah tersebut akan semakin berkurang saat tempat pengolahan sampah (TPS) terpadu di TPA Selopuro, Kecamatan Pitu beroperasi. TPST bisa mengolah 20 ton sampah nantinya baik sampah organik dan anorganik.
“Setidaknya dari rata-rata produksi sampah 30 ton per hari yang bermuara di TPA Selopuro akan berkurang 20 ton. Sehingga produksi sampah akan semakin berkurang,” pungkasnya. [fiq/kun]






