Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar panik melihat seorang pria diatas perahu hanyut di tengah arus deras Sungai Brantas.
Wali Kota Kediri harus berlarian ke tengah Jembatan Lama Kediri untuk meneriaki pria tersebut supaya menyelamatkan diri.
Momen menegangkan tersebut berlangsung saat Wali Kota Kediri bersama sejumlah tim BPBD, DLHKP dan petugas Satpol PP Kota Kediri melihat debet air Sungai Brantas dari Jembatan Lama Kedri yang terus meninggi.
“Pak menepi pak, hati hati pak,” Teriak Abdullah Abu Bakar kepada seorang pria yang hanyut dalam derasnya aliran Sungai Brantas.
Mendengar teriakan dari Wali Kota Kediri, laki-laki tersebut justru hanya melambaikan tangan dan memberitahukan bahwa dia masih bisa menyelamatkan diri.
[berita-terkait number=”4″ tag=”Kota-Kediri”]
“Tenang-tenang pak, aman,” teriak laki-laki dalam perahu yang hanyut di tengah Sungai Brantas.
Bahkan saat perahu tersebut hancur terbelah pilar penyangga Jembatan Brawijaya Kota Kediri, pria tersebut justru menyeburkan diri ke dalam sungai dan berenang melewati pilar jembatan.
Saat ini Jembatan Lama ditutup sementara karena debit Sungai Brantas Kediri semakin meningkat.
Wali Kota Kediri mengimbau untuk warga Kota Kediri, karena saat ini debit Sungai Brantas sedang naik serta arusnya juga sangat deras.
Agar seluruh warga yang ada dipinggir Sunga Brantas, maupun yang sering nongkrong, dan memancing untuk tidak mendekati tepi sungai terlebih dulu. [nm/ted]






