Ponorogo (beritajatim.com) – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap sapi-sapi warga terus dilakukan oleh Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kabupaten Ponorogo.
Dinas yang berkantor di Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Mangkujayan itu, tidak ingin kasus PMK yang membludak pada tahun lalu, terjadi lagi pada tahun ini. Sebab, awal bulan ini, ternak warga di bumi reog kembali diserang oleh PMK gelombang kedua.
“Kita kembali dilanda PMK lagi, disebabkan ternak yang masuk dari luar kota belum divaksin, dan membawa virus PMK tersebut,” kata Kepala Dipertahankan Kabupaten Ponorogo Masun, Selasa (31/1/2023).
Tidak ingin sebaran PMK meluas dan menyebabkan banyak ternak terinfeksi, Dipertahankan Kabupaten Ponorogo memaksimalkan vaksinasi PMK. Bulan Januari ini, sedikitnya sudah ada 15 ribu dosis vaksin PMK yang sudah disuntikkan ke ternak-ternak warga.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pmk-ponorogo”]
Dengan masifnya vaksinasi ini, bisa menekan laju penularan dari PMK itu sendiri. Sebab, ternak-ternak itu sudah terproteksi setelah dilakukan vaksinasi. “Sedikitnya sudah ada 15 ribu vaksin sudah disuntikkan ke sapi-sapi warga pada bulan Januari ini,” katanya.
Masun mengatakan bahwa populasi sapi di Kabupaten Ponorogo ada sekitar 92 ribu sapi. Sementara capaian vaksinasi PMK di Kabupaten Ponorogo sudah mencapai 79 ribu dosis. Dengan rincian, vaksinasi pada tahun 2022 lalu mencapai 64 ribu dosis, dan pada bulan Januari ini sedikitnya sudah mencapai 15 ribu dosis.
“Capaian vaksinasi PMK sampai saat ini untuj Kabupaten Ponorogo sudah mencapai 89 persen,” pungkasnya.
Untuk diketahui, per tanggal 28 Januari 2023 lalu sapi-sapi di Kabupaten Ponorogo yang terjangkit PMK gelombang kedua ini sudah mencapai 221 ekor. Dari jumlah itu, tidak melulu di satu kecamatan saja, namun menyebar sedikitnya di 12 kecamatan di bumi reog. Dimana jumlah yang banyak berada di Kecamatan Bungkal dan Slahung. [end/suf]






