Politik Pemerintahan

Survei SMRC: Elektabilitas Kompetitif, Khofifah Masuk Bursa Calon Presiden

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

Jakarta (beritajatim.com) – Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkini menunjukkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempunyai tingkat kedisukaan tinggi untuk bersaing dengan tokoh lain dalam Pemilihan Presiden tahun 2024.

Penegasan itu disampaikan Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad, dalam rilis hasil penelitian bertajuk “Partai Politik dan Calon Presiden: Sikap Pemilih Dua Tahun pasca Pemilu 2019” yang diselenggarakan secara daring pada Minggu, 13 Juni 2021, di Jakarta.

“Karena untuk dipilih seorang yang dikenal harus disukai sehingga dipilih (eletabilitas) maka untuk sementara yang paling kompetitif untuk dikampanyekan adalah Khofiffah,” kata Saidiman Ahmad, Minggu (13/6/2021).

Saidiman juga menambahkan nama tokoh lainnya yang paling kompetitif bakal calon presiden dengan elektabilitas tinggi untuk dikampanyekan adalah: Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Ganjar Pranowo dan Tri Rismaharini.

Dari hasil survei terlihat sejumlah nama tingkat kedikenalnnya jauh lebih rendah tapi kedisukaannya jauh lebih tinggi: Khoffifah (tahu 48%, suka 81%), Risma (tahu 54%, suka
84%), Ganjar (tahu 57%, suka 84%), Ridwan Kamil (tahu 65%, suka 85%).

“Nama-nama itu kalau disosialisasakan secara intensif kemungkinan akan mendapat elektabilitas lebih baik dari pada nama-nama lain,” ungkap Saidiman.

Menurut Saidiman, survei nasional SMRC menunjukkan saat ini tokoh dengan elektabilitas tertinggi untuk menjadi capres adalah Prabowo Subianto.

“Namun keunggulan Prabowo ini sangat mungkin terjadi karena namanya jauh lebih dikenal dibandingkan kandidat-kandidat lain,” ujar Saidiman. “Akan lain halnya kalau para pesaing Prabowo juga memiliki tingkat kedikenalan serupa.”

Survei SMRC menunjukkan Prabowo dikenal hampir semua warga. Sekitar 98% warga menyatakan mengetahui Prabowo. Kedikenalan Prabowo ini jauh di atas Anies Baswedan yang dikenal 83% warga dan Sandiaga Uno yang juga dikenal 83%.

Tingkat kedikenalan mereka bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah pejabat publik lainnya, seperti Ridwan kamil (65%), Ganjar (57%), Tri Rismaharini (54%), dan Khoffifah Indar Parawansa (48%).

Lebih jauh survei SMRC menunjukkan tidak ada korelasi antara dikenal dan disukai. Prabowo yang dikenal 98% warga, ternyata hanya disukai oleh 78% mereka yang mengenalnya.

Begitu juga Anies yang dikenal 83% warga, ternyata hanya disukai 75% mereka yang mengenalnya. Hanya Sandiaga Uno yang relatif konsisten. Sandi dikenal 83% warga, dan disukai 85% warga yang mengelanya.

Survei nasional SMRC ini dilakukan pada 21-28 Mei 2021. Tim peneliti mewawancarai langsung 1220 responden berusia 17 tahun ke atas di seluruh Indonesia dengan mematuhi protokol kesehatan. Responden dipilih melalui metode multistage random sampling. Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1072 atau 88%. Sebanyak 1072 responden ini yang dianalisis. Margin of error penelitian diperkirakan 3,05%. (ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar