Banyuwangi (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggenjot perbaikan dan pembangunan sejumlah jalan dengan target 500 Km. Terutama sejumlah ruas jalan di Kecamatan Genteng.
“Beberapa jalur utama dan alternatif di sejumlah kecamatan akan dikebut. Kami targetkan ada 500 kilometer jalan di Banyuwangi yang bisa ditangani pada tahun ini. Di antaranya di Kecamatan Genteng. Kemarin sudah saya cek,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Sabtu (6/5/2023).
Khusus di Kecamatan Genteng, sejumlah ruas jalan yang diperbaiki mulai dari Jalan KH. Imam Bahri, Desa Genteng Kulon. Kemudian di pertigaan kampus IAI Ibrahimy ke barat akan di-hotmix sepanjang 1.368 meter dengan lebar 6,5 meter.
“Hotmix-nya akan sambung hingga jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki terlebih dahulu sepanjang 1.806 meter,” terang Ipuk.
Selain itu, pembangunan jalan juga dilakukan di ruas Jalan KH. Abdul Wahid Hasyim, Desa Genteng Kulon. Jalur yang melintasi RTH Maron ini akan di-hotmix secara keseluruhan. Panjangnya mencapai 438 meter dengan lebar 10 meter.
Baca Juga:
Tanggal Cantik, Bupati Banyuwangi Ajak ASN Belanja di UMKM
“Jika ruas ini sudah diperbaiki, kita berharap dapat mengurai kemacetan di jalur utama Genteng. Kendaraan bisa dialihkan ke utara tanpa perlu melintasi Pasar Genteng,” terang Ipuk.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU CKPP Suyanto Waspotondo menyebut, pengerjaan jalan poros antar kecamatan akan mulai tahapan overlay atau pelapisan hotmix secara keseluruhan di badan jalan.
“Setelah melalui proses penutupan atau menambal lubang-lubang jalan selesai sebelum lebaran kemarin. Kini, akan memasuki tahap overlay,” kata Yayan, panggilan akrab Suyanto.
Baca Juga:
Bupati Banyuwangi Punya Program Rindu Bulan
Yayan menjelaskan, saat ini secara bertahap sejumlah jalan juga mulai dikerjakan di antaranya Rogojampi-Songgon, Giri-Pesucen, Kembiritan-Tamanagung, Sraten-Tamanagung, Jalan Karangmulyo-Pertigaan Ringintelu Barurejo, Jalan Ibrahimi-Maron Genteng, Jalan Karangdoro-Karangmulyo, Pertigaan Desa Dasri-Karangdoro, Jalan Bomo-Kumendung, Curahjati-Grajagan, Srono-Sumbersari.
“Kita terus bertahap membangun dan memperbaiki jalan. Tentu ini kita lakukan bertahap seiring dengan kemampuan anggaran. Tapi tahun ini saya yakin jumlah ruas jalan yang dibangun dan diperbaiki jauh lebih besar ketimbang sebelumnya karena kalau yang tahun-tahun sebelumnya ada realokasi anggaran untuk pandemi Covid-19,” tambah Ipuk. [rin/beq]






