Politik Pemerintahan

PAD Kabupaten Mojokerto Diprediksi Turun Hingga 20 Persen

Foto ilustrasi

Mojokerto (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19, Pemkab Mojokerto menggratiskan pajak hotel, restoran, parkir dan hiburan hingga tiga bulan ke depan. Sementara pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) diberikan diskon mulai bulan Mei hingga Juni 2020 hingga 15 persen.

Kebijakan tersebut justru membawa dampak besar terhadap nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD). Bahkan, pemkab sudah memprediksi anjloknya angka pendapatan hingga 20 persen di triwulan kedua nanti. Konsekuensi tersebut tak bisa dielakkan mengingat kelima kategori menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto, Bambang Eko Wahyudi memastikan adanya penurunan PAD di triwulan kedua tersebut. “Penurunan itu sudah pasti. Namun kita belum tahu nilainya. Hanya prediksinya saja yang berkisar antara 20 sampai 23 persen,” ungkapnya, Kamis (23/4/2020).

Masih kata Bambang, pihaknya belum bisa memprediksi berapa total penurunan PAD sampai akhir tahun nanti. Menurutnya, pihaknya masih membutuhkan koreksi target dari nilai pajak akibat kebijakan pembebasan lima kategori pajak tersebut. Meski begitu, pihaknya menilai target PAD di triwulan kedua nanti tak banyak terbebani.

“Karena terbantu kelebihan pendapatan di triwulan pertama, yakni terdapat kelebihan 23,86 persen total PAD yang didapat sebesar Rp129 miliar. Kita ada kelebihan 23,86 persen di triwulan pertama tapi di triwulan kedua nanti, sudah pasti hancur. Tapi kita tidak tahu berapa nilainya,” pungkasnya. [tin/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar