Politik Pemerintahan

Ketua DPRD Kota Malang: Revitalisasi Pasar Besar Masih Wacana

Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPPAMA) melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika

Malang(beritajatim.com) – Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (HIPPAMA) melakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika. Mereka bertemu soal rencana Pemerintah Kota Malang akan melakukan revitalisasi Pasar Besar.

Beredar kabar PT Matahari Department Store selaku pengelola telah berkirim surat kepada Pemkot Malang terkait perjanjian kerjasama baru. Hal ini menjadi landasan Pemkot dalam pengadaan lelang untuk pengerjaan detail engineering design.

Mereka sudah melakukan proses pembukaan tender untuk jasa konsultasi perencanaan dimana sumber anggarannya berasal dari APBD tahun 2021.

Ketua HIPPAMA Muhammad Hatta mengatakan, rencana ini membuat mereka resah. Menurutnya, proses penyusunan kebijakan revitalisasi tidak melalui tahapan hearing dengan para pedagang hal inilah yang meresakan mereka.

“Kita punya pemikiran selain penyakit pandemi Covid-19, sekarang banyak orang susah di bawah. Saya mengimbau kepada Bapak pimpinan, pembangunan ini supaya dihentikan wali kota jangan koar-koar ingin lapak pedagang dibongkar,” ujar Hatta, Senin, (20/4/2021).

Sekretaris HIPPAMA Zainul mengungkapkan, ketakutan pedagang terkait rencana revitalisasi pasar karena pedagang tidak dilibatkan dalam proses perencanaan revitalisasi. Karena mereka merasa sebagai pihak yang terdampak. Mereka semakin khawatir saat mendengar Pemerintah Kota Malang menyiapkan anggaran revitalisasi Pasar Besar sebesar Rp125 Miliar.

“Pedagang perlu dilibatkan, langkah perdana seolah olah pemkot tidak mau mendengar suara pedagang. Ini membuat pedagang resah. Atas dasar apa Pemkot mau melakukan pembangunan ulang pasar besar padahal hanya cukup renovasi. Keluhan pedagang pasar itu hanya kebocoran yang merupakan tanggung jawab dari pihak matahari selaku penanggungjawab perjanjian kerjasama,” kata Zainul.

Menanggapi aduan dari para pedagang, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan bahwa wacana revitalisasi Pasar Besar oleh Wali Kota Malang belum resmi. Sebab sampai saat ini belum ada surat masuk kepada DPRD Kota Malang terkait rencana revitalisasi Pasar Besar tersebut.

“Wali kota belum ada satu surat kepada DPRD terkait revitalisasi Pasar Besar. Matahari (pengelola)!juga belum ada jawaban dan surat resmi ke Pemkot. Tidak mungkin dibangun, Matahari pada bulan juli belum merubah adendum tahun depan tidak mungkin dibangun,” kata Made.

Made mengatakan DPRD akan berkoordinasi dengan pedagang jika rencana revitalisasi Pasar Besar resmi dilakukan. Dia meminta pedagang tidak perlu khawatir revitalisasi akan dilakukan dalam waktu dekat. Pedagang diminta untuk tetap beraktifitas seperti biasa.

“Saya dalam memutuskan adendum itu pasti saya melibatkan pedagang sebagai subjek dan objek yang harus memiliki hak dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Supaya kita bisa mendeteksi kebutuhan-kebutuhan para pedagang lebih dini sehingga komunikasi terbangun. Mau membangun tanpa melibatkan dewan itu tidak mungkin. Jadi menurut saya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, jalan saja seperti biasa,” tandasnya. (luc/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar