Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UKM dan Tenaga Kerja) memberikan sosialisasi lowongan kerja bagi ratusan warga kurang mampu. Kegiatan itu berlangsung di salah satu Hotel Jl. Melati Kota Blitar, Selasa, (12/12/23).
Kepala Dinkop UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar, Juyanto mengatakan sosialisasi untuk warga kurang mampu ini bagian dari upaya Pemerintah Kota Blitar untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem hingga mengurangi angka pengangguran di Kota Blitar.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharap warga yang masih menganggur dan tergolong kurang mampu bisa memanfaatkan lowongan kerja yang tersedia, salah satunya berasal dari PT. Sampoerna.
Pasalnya, Pemerintah Daerah baru saja menerima investor besar yang akan membuka pabrik rokok di Kota Blitar yaitu PT. Sampoerna. Menurut Juyanto, perusahaan itu membutuhkan tenaga kerja sebanyak 353 orang yang dikhususkan bagi warga kurang mampu.
Nantinya di awal tahun 2024 akan dilakukan verifikasi calon tenaga kerja, untuk penjaringan tahap berikutnya di bulan Januari – Februari 2024 mendatang.
“Ini bagian dari sosialisasi terhadap warga yang kurang mampu atau kurang beruntung di Kota Blitar. Karena di Kota Blitar ada 271 KK atau 1.263 jiwa. Dari itu kami ambil 353 orang usia 18-55 tahun” kata Juyanto, Kepala Dinkop UKM dan Tenaga Kerja Kota Blitar.
Sementara itu, Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan sosialisasi ini bertujuan memberikan peluang bagi investor untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat kurang mampu. Nantinya, lowongan yang dibuka diutamakan untuk warga Kota Blitar.
Namun, untuk ketentuan lainnya tetap mengikuti prosedur dan kriteria penerimaan pekerja dari PT. Sampoerna. Santoso sendiri berharap warga Blitar bisa manfaatkan lapangan pekerjaan yang bakal dibuka oleh salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia tersebut.
“Kali ini Pemkot Blitar bersinergi dengan PT. Sampoerna memberikan sosialisasi bagi sejumlah pekerja yang belum menerima pekerjaan” terang Santoso.
Perusahaan rokok Sampoerna segara membuka pabrik di Kota Blitar. Rencananya pabrik rokok Sampoerna ini akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2024 mendatang. Pabrik rokok Sampoerna pun saat ini tengah membutuhkan 3114 tenaga kerja. Mayoritas adalah untuk tenaga linting rokok yang jumlahnya mencapai 3.000 tenaga kerja.
Total investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan rokok Sampoerna di Kota Blitar sendiri mencapai Rp. 350 miliar rupiah. Selain akan menyerap tenaga kerja, keberadaan pabrik rokok Sampoerna ini pun tentu akan memberikan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) untuk Pemkot Blitar. (owi/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”blitar”]






