Politik Pemerintahan

DPRD Surabaya Ingatkan Warga Jangan Beli Lahan Reklamasi di Kenjeran

Surabaya (beritajatim.com) – Dugaan adanya jual beli lahan reklamasi di kawasan Pantai Kenjeran Surabaya mulai terindikasi. Lahan tersebut bahkan diperjual belikan kepada masyarakat hingga ratusan juta rupiah.

Lokasi tersebut berada di pesisir Pantai Ria Kenjeran Surabaya. Letaknya persis berada di dalam lokasi wisata. Berdasarkan informasi yang berkembang, batas sempadan yang seharusnya menjadi lahan konservasi sekitar 100 meter dari bibir pantai mulai dipatok.

Harga setiap kapling tersebut dipatok hingga mencapai Rp 130 juta. Para pembeli merasa dirugikan lantaran baru diketahui, jika lahan tersebut adalah reklamasi yang diduga dilakukan tanpa izin.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am membenarkan informasi tersebut.

“Iya benar, sudah ada laporan dari pembeli yang diduga tertipu lantaran membeli tanah tersebut,” katanya, Selasa (29/10/2019).

Politisi PDIP ini meminta warga yang sudah terlanjur membeli dan dirugikan untuk segera membuat pengaduan ke DPRD Kota Surabaya.

“Makanya nanti ketika sudah ada laporan masuk, kami akan menindaklanjuti dan memanggil. Pengelola wisata, Pemkot dan warga yang menjadi korban. Ini kan sudah tidak benar jika faktanya demikian,” tuturnya.

Ghoni menduga proses penjualan lahan tersebut tidak sesuai mekanisme. Termasuk soal izin reklamasi. Wilayah pesisir pantai sendiri masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP-3K).

Hal tersebut tercantum di dalam Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No 1/2018 tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“Sementara setelah kami konfirmasi kepada pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, hanya ada dua wilayah yang resmi izin reklamasinya. Yakni, di pesisir Juanda dan wilayah Lamongan,” kata Ghoni.

“Awal pekan nanti akan kami tindaklanjuti sambil menunggu laporan dari warga atau pembeli yang sudah dirugikan,” pungkasnya. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar