Politik Pemerintahan

Ditanya Soal APBD Jember, Faida Serahkan kepada Cawabupnya

Jember (beritajatim.com) – Ruwetnya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) menjadi salah satu pertanyaan yang diajukan wartawan dalam sesi konferensi pers usai rapat pleno pengundian nomor pemilihan, di Hotel Cempaka Hill, Kamis (24/9/2020) malam.

Tahun ini Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjatuhkan sanksi berupa tidak dibayarkannya hak-hak keuangan Bupati Faida, karena belum disahkannya RAPBD 2020. Saat ini, pembahasan RAPBD 2021 pun macet karena perbedaan persepsi soal lini masa jadwal pembahasan.

Mendapat pertanyaan mengenai APBD, Faida yang merupakan kandidat bupati petahana dengan nomor urut 1 menyerahkan kepada calon wakil bupatinya, Dwi Arya Nugraha Oktavianto untuk menjawab. “Tentunya jalan kami memilih independen, satu, bukan berarti kami anti dengan partai tapi kami ingin merangkul semua partai. Ke depan sudah jadi tujuan kami supaya hubungan dengan siapapun stakeholder di Jember harus baik,” kata Oktavianto.

“Dan apa yang dilakukan selama ini sudah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan Kemendagri., undang-undang, dan juga gubernur,” kata Oktavianto.

Sementara Hendy Siswanto, calon bupati nomor urut 2, menegaskan, bahwa sudah saatnya membenahi Jember. “Sesuai tagline saya ‘wis wayahe mbenahi Jember’. Legislatif dan eksekutif kita akan kembalikan hak-hak mereka. Bukan hanya hak legislatif-eksekutif, tapi hak masyarakat Jember harus kita kembalikan sesuai dengan yang mereka harus terima,” katanya.

“Seperti hak legislatif kita, mereka harus kita berikan hak-hak seperti dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017. Itu akan kita berikan semuanya kepada mereka, karena itu sudah diatur dalam PP Nomor 18 Tahun 2017,” kata Hendy.

Abdus Salam Alamsyah, calon bupati nomor urut 3, mengatakan, sejak awal ingin melibatkan semua pihak. “Visi kami gotong royong membangun Jember menuju Jember Juara. Artinya di sini, kita harus melakukan harmonisasi di setiap lini yang ada termasuk eksekutif dan legislatif, yang di situ berperan utama untuk pembangunan Jember,” katanya.

Ifan Ariadna, calon wakil bupati nomor urut 3, menegaskan empat komitmen kepemimpinan. “Kami punya komitmen kepemimpinan komunikatif dan produktif, di mana kami berkomitmen senantiasa menjalin komunikasi efektif antara eksekutif dan legislatif,” katanya.

“Kedua, kepemimpinan yang sinergis dan kolaboratif, yang berkomitmen mewujudkan sinergi dalam program strategis nasional daerah secara vertikal dengan pemerintah pusat atau provinsi, serta kolaboratif dengan stakeholder di Jember,” kata Ifan. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar