Politik Pemerintahan

Bupati Faida ke Kantor Kejaksaan Jember, Bungkam Saat Ditanya Wartawan

Jember (beritajatim.com) – Bupati Faida mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, Kamis (25/6/2020) sore, tanpa mengenakan mobil dinas. Ia keluar dari kantor tersebut sekitar pukul 19.10 dengan menenteng sebuah buku kecil.

Wartawan tidak ada yang tahu kedatangan Faida. Namun mereka menyanggong di halaman kantor Kejaksaan Negeri Jember, dan langsung membombardir dengan pertanyaan, saat perempuan berjilbab itu keluar dan berjalan menuju mobil. Faida yang mengenakan masker hitam memilih bungkam.

“Beliau kunjungan biasa saja tak terkait apapun,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jember Agus Budiarto, menanggapi kedatangan Faida tersebut.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember Setyo Adhi Wicaksono menambahkan, kehadiran Faida tak terkait dengan kasus dugaan korupsi yang ditangani kejaksaan, termasuk kasus korupsi Pasar Manggisan yang saat ini tengah dalam proses persidangan.

“Beliau datang ke sini menengok persidangan secara online, dan bahwasanya memang ada pendampingan bersama kami, MOU dengan bidang Datun (Perdata dan Tata Usaha Negara). Jadi komunikasi konsultasi saja, tidak ada yang lain-lain,” katanya.

Bupati Jember Faida

“Teman-teman juga tahu ada pendampingan, MOU antara pemkab dengan Kejari Jember. Ya sudah, tindak lanjutnya bagaimana. Itu saja. Kesimpulannya, beliau ingin semua berjalan sebagaimana mestinya sesuai aturan yang ada. Intinya minta diawasi oleh kami juga di sini. Kasidpidsus dilibatkan juga. Tidak ada yang ditutup-tutupi sama sekali,” kata Setyo. Pendampingan dilakukan sesuai perintah jaksa agung.

Apa yang ditinjau pada sidang dalam jaringan (online)? “Mungkin karena Covid ini beliau melihat masalah kesehatannya bagaimana. Tadi Bu Bupati juga melihat para tahanan tidak pakai masker. Dia ingin memberi masker, alat pelindung diri, sesuai alat protokol kesehatan atau tidak,” kata Setyo.

Setyo mengatakan, sejauh ini tak ditemukan permasalahan hukum dalam penggunaan dana penanganan Covid-19 oleh pemerintah daerah. “Tapi saya sampaikan kepada teman-teman di sini, jika di lapangan atau lain-lain ada permasalahan hukum, silakan disampaikan kepada kami. Pada intinya, pertemuan tadi itu untuk keterbukaan juga segala sesuatunya,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar