Sidoarjo (beritajatim.com) – Momen kampanye Pemilu 2024, berbagai cara pendekatan kepada masyarakat, dilakukan calon legislatif (caleg). Seperti halnya politisi Partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS), bersama Tim BHS Peduli intensif blusukan ke pasar.
Tak hanya blusukan, namun BHS juga memberikan apresiasi dan penghargaan berupa piala dan hadiah uang tunai untuk tiga pedagang dengan kategori stand terbersih, terlaris dan harga yang terjangkau di pasar tradisional Desa Betro Kec. Sedati.
“Saya lihat semua komoditas masih dijual dengan harga yang wajar serta kebersihan masih dijaga dengan baik. Untuk juara l saya berikan pemilik toko sembako H. Musa, juara ll Rosul pemilik toko kelontong dan juara lll diperoleh Ika pedagang snack,” ucapnya usai menyerahkan hadiah di Pasar Betro Sedati Jumat (1/12/2023).
Usai mengapresiasi para pedagang untuk selalu menjaga kebersihan dan teladan, BHS juga melakukan pemantauan harga komoditas bahan pangan di pasar tradisional tersebut.
BACA JUGA:
Bambang Haryo Bersama BHS Peduli Blusukan ke Pasar Porong
Bambang Haryo mengaku dari hasil kunjungannya, komoditas pangan di pasar tradisional Sidoarjo khususnya Pasar Betro masih dalam batas wajar. Hanya ada beberapa yang mengalami kenaikan seperti cabai rawit dan beras yang masih tinggi harganya.
“Tadi saya lihat masih dalam batas wajar hanya cabai rawit dan beras yang masih tinggi harganya. Tapi, tidak semahal dengan di Jakarta. Nah ini berarti pemerintah daerah Sidoarjo dapat mengendalikan harga pangan jauh lebih baik dari pada wilayah lain,” kata anggota DPR RI periode 2014-2019 itu.

Bambang Haryo menyebut Pemkab Sidoarjo telah berhasil mengendalikan gejolak harga pangan. Selain itu, ia juga menyoroti keluhan sejumlah pedagang terkait infrastruktur dan standar keamanan pasar yang dianggap masih kurang.
Pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terkait infrastruktur pasar. Seperti lantai dan penerangan, bak sampah serta persediaan alat pemadam ringan yang cukup agaknya menjadi hal utama yang harus segera diperbaiki.
“Dari 180 pedagang disini minimal ada 4 Apar. Disini hanya ada 2 tabung dan saya akan meminjami 2 tabung lagi untuk memastikan keamanan dan keselamatan mereka,” terangnya.
BACA JUGA:
BHS Sayangkan Aturan Pembatasan BBM Solar Bagi Nelayan dan Sistem Belinya
Terpisah, Kabid perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo Listyaningsih mengatakan beberapa komoditi memang mengalami kenaikan harga menjelang natal dan tahun baru.
“Yang naik gula, telur, cabai. Beras medium juga harganya masih di atas harga eceran tertinggi,” terangnya.
Untuk menekan kenaikan harga tersebut pihaknya berencana memberikan bantuan subsidi ongkos angkut barang kepada para distributor maupun pedagang besar. Sehingga bisa menekan harga di pasaran. [isa/beq]






