Magetan (beritajatim.com) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2023 Magetan akhirnya didok atau disahkan pada Rabu (27/9/2023) dalam Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan APBD-P 2023 di ruang Rapat Paripurna DPRD Magetan.
Ketua DPRD Magetan Sujatno mengatakan, setelah serangkaian pembahasan, akhirnya mengerucut pada prioritas yang dianggap urgent dan penting.
Di antaranya, pengurangan pengangguran, pengentasan kemiskinan, serta penanggulangan inflasi. Sujatno menyoroti meningkatnya angka tingkat pengangguran terbuka TPT. Di tahun 2021, TPT di angka 3,86. Kemudian, di tahun 2022 naik jadi 4,33.
“Ini jadi perhatian kami. Baik di tahun 2023 dan di tahun berikutnya nanti. Harapannya, kegiatan pembangunan Magetan harus bisa pengangguran. Bagaimanapun caranya,” kata Legislator PDI Perjuangan itu.
BACA JUGA:
Palsukan Sertifikat Tanah, Komplotan Tipu Warga Magetan
Pengurangan pengangguran serta penanggulangan inflasi erat korelasinya dengan pengurangan kemiskinan. Penanggulangan inflasi diharapkan bisa meningkatkan perekonomian.
“Sehingga, harapannya di tahun 2024 kemiskinan bisa sampai 0, sesuai arahan Presiden,” katanya.
Dia mengharap dengan skema kali ini bisa memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Syukur, jika menambah pendapatan asli daerah (PAD) Magetan.
“Karena PAD Magetan ini hanya sekitar 10 persen dari total APBD. Harapannya nanti de gan skema ini bisa terasa manfaatnya bagi rakyat Magetan,” katanya.
BACA JUGA:
Data TMT Guru di Dapodik Mencurigakan, Perwakilan Guru Honorer Magetan Wadul DPRD
Terpisah, Pj Bupati Magetan Hergunadi mengatakan bahwa untuk tiga skala prioritas itu tidak hanya diambil dari APBD saja. Menurutnya, beberapa perusahaan di Magetan pun diharapkan bisa membantu pemerintah dengan skema corporate social responsibility (CSR).
“Bisa pakai CSR juga, jadi di luar APBD. Kemudian, untuk menekan inflasi, jika ada yang butuh bantuan biaya angkut atau biaya transport, bisa nanti kami bantu dari APBD. Sehingga, harga jual bisa ditekan,” kata Hergunadi.
Kemudian, untuk mengurangi pengangguran, pihaknya bakal membuka luas bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di Bumi Mageti.
“Tujuannya, adanya investasi ini bisa menyerap tenaga kerja. Sehingga bisa mengurangi pengangguran,” pungkas mantan Sekda Kabupaten Magetan itu. [fiq/beq]






