Tuban (beritajatim.com) – Guna proses penyelidikan lebih lanjut, petugas kepolisian dari Polsek Semanding, Polres Tuban telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus hilangnya 149 unit Tablet Samsung Galaxi Tab A milik SMP Negeri 1 Semanding, Tuban, Kamis (2/9/2021).
Tak hanya olah TKP, pihak kepolisian juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolahan SMP Negeri 1 Semanding, Tuban. Dari hasil pemeriksaan dan penyelidikan sementara petugas menemukan adanya keanehan dalam kasus hilangnya 149 tablet dengan kerugian hingga ratusan juta rupiah itu.
Kapolsek Semanding, Polres Tuban, IPTU Carito mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan dari pihak sekolah, anggota dari Unit Reskrim Polsek Semanding langsung memerika di TKP. Kemudian petugas melihat dari ruangan Laboratorium Komputer milik sekolahan yang menjadi tempat penyimpanan tablet tersebut tidak ditemukan kerusakan sama sekali, baik jendela maupun pintu.
“Dalam kejadian tersebut tidak terjadi kerusakan pada gembok kunci yang mengunci pintu utama ruang laboratorium komputer,” ungkap IPTU Carito, Kapolsek Semanding, Polres Tuban saat dikonfirmasi terkait kejadian itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pencurian-tuban”]
Selain melakukan olah TKP, petugas juga telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak sekolahan tersebut. Para saksi dari guru dan juga petugas penjaga Lab Komputer SMP Negeri 1 Semanding, Tuban juga telah dilakukan sidik jari di Polres Tuban.
“Kita masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut. Kita belum bisa menduga-duga,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan kejadian hilangnya 149 unit tablet di sekolahan itu Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Nur Khamid telah melakukan peninjauan di SMP Negeri 1 Semanding, Tuban. Nur Khamid merasa sedih atas kejadian hilangnya ratusan tablet itu, pasalnya dimasa seperti saat ini para siswa-siswi sangat membutuhkan tablet tersebut untuk proses pembelajaran.
“Saya sangat sedih, karena ini adalah aset pemerintah yang ada di SMPN 1 Semanding dan kami sangat membutuhkan untuk proses pembelajaran. Saya harap pihak kepolisian segera bisa mengungkap kejadian ini, sehingga ratusan tablet tersebut bisa kembali dimanfaatkan oleh para siswa-siswi,” terang Nur Khamid, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.[mut/ted]






