Gresik (beritajatim.com) – Keberadaan balap liar sepeda kayuh di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Gresik, yang ditonton ratusan warga dibubarkan polisi. Mereka berkumpul di kawasan sisi selatan perumahan Citraland Baru Driyorejo (CBD) yang dikhawatirkan bisa menimbulkan tawuran.
Peristiwa tersebut bermula saat jajaran Polsek Driyorejo mendapat laporan dari sekuriti perumahan. Laporan bahwa banyak aktifitas anak muda yang berkumpul hingga dini hari.
“Laporan awal, jumlahnya mencapai 200 orang lebih. Kami kuatir akan terjadi tawuran mengingat waktu sudah larut malam menjelang subuh,” ujar Kapolsek Driyorejo AKP Musihram, Minggu (12/5/2024).
Saat petugas datang, ratusan pemuda beserta kendaraan bermotor berhamburan berusaha melarikan diri.
“Ada salah satu kendaraan mobil yang ikut melarikan diri. Kami lakukan pengejaran hingga kawasan tol Krian,” kata Musihram.
Perwira pertama Polri itu menambahkan, mobil yang dikejar itu berpenumpang 7 orang. Setelah dimintai keterangan, rupanya para pemuda asal Surabaya itu hendak menonton balapan liar sepeda kayuh.
“Mereka panik sehingga turut melarikan diri. Sebagai efek jera, kami beri pembinaan dan wajib lapor,” ujarnya.
Meski demikian, lanjut Musihram, pihaknya akan terus melakukan patroli secara rutin. Kuat dugaan, aksi serupa akan kembali terjadi dan berpotensi menganggu kondusifitas kamtibmas.
“Memang ada dugaan praktek perjudian. Tapi kaki akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. [dny/but]






