Surabaya (beritajatim.com) – Meskipun diklaim telah berdamai oleh pihak kampus, kasus dugaan pengeroyokan oleh oknum panitia PBAK UINSA 2022 terhadap tiga orang mahasiswa masih terus berlanjut.
Dari informasi yang diperoleh beritajatim.com, para terduga pelaku pengeroyokan tersebut dalam waktu dekat bakal dipanggil polisi untuk dimintai keterangan.
Kemarin, Minggu (4/9/2022), polisi juga sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti. Selanjutnya, polisi akan segera memanggil para terduga pelaku.
“Memang dari awal kami berencana membawa ke meja hijau,” kata Muhammad Maulana, salah satu korban dalam pengeroyokan tersebut saat dihubungi beritajatim.com, Senin (5/9/2022).
Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, Kanit Reskrim Polsek Wonocolo AKP Ristitanto saat dihubungi beritajatim.com melalui pesan singkat belum memberikan jawaban.
[berita-terkait number=”4″ tag=”uinsa-surabaya”]
Seperti diketahui, aksi dugaan pengeroyokan tersebut terjadi di belakang Gedung Twin Tower UINSA pada Kamis (1/9/2022) lalu, sekitar pukul 17.15 WIB.
Saat itu ketiga korban tengah mengibarkan salah satu bendera Organisasi Mahasiswa Ekstra (Ormek). Kemudian oknum panitia PBAK mendatangi korban serta menanyakan perihal izin pengibaran bendera. Dari situ, kemudian terjadilah aksi pengeroyokan. [ipl/but]






