Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak mengamankan 3 pelaku tawuran yang diduga membacok satu orang hingga tewas dalam tawuran antar remaja di Jembatan Surabaya, Sabtu (22/10/2022) malam.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kasihumas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ipda Suroto. Dihubungi Beritajatim.com, Suroto mengatakan saat ini pelaku telah diperiksa secara intensif oleh anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak. “Untuk pelakunya sudah diamankan sama Satreskrim. Dalam waktu dekat akan kami rilis kok karena itu kan kasus atensi,” ujar Suroto, Selasa (25/10/2022).
Ditanya terkait apakah pelaku adalah enam orang yang diamankan Polsek Kenjeran saat tawuran kemarin, Suroto mengatakan enam orang tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus ini. “Yang enam orang itu gak ada keterkaitannya dengan ini,” imbuh Suroto.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tawuran”]
Saat ini, anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengembangkan kemungkinan pelaku lainnya. Ia berjanji akan merilis pelaku dalam waktu dekat. “Kemarin malam (tertangkapnya). Tapi kalo identitas saya belum tau. 1-2 hari lagi akan kami rilis, yang jelas 3 pelaku kami amankan,” tegasnya.
Diberitakan beritajatim sebelumnya, dua aksi Tawuran sekelompok anak baru gede (ABG) dalam Sabtu (22/10/2022) dini hari hingga menjelang subuh, pecah di Surabaya. Lokasi pertama di jembatan Suroboyo dan kedua di kawasan Pasar Simo.
Dalam kejadian tawuran di Jembatan Surabaya, seorang remaja tanpa identitas masih di bawah umur, tewas setelah mengalami luka bacok, lalu mayatnya tergeletak di sekitar Jembatan Suroboyo, yang kerap dijadikan tempat tawuran tersebut.
“Betul ada tawuran, satu meninggal dunia. Belum diketahui, tidak ditemukan KTP maupun identitas lainnya. Saat ini, kami masih cari informasi di lapangan,” kata Kanit Reskrim Polsek Kenjeran, AKP Soeryadi saat di konfirmasi.
Jasad remaja tanpa identitas tersebut langsung dilarikan ke RSUD dr Soetomo untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Sedangkan, pihaknya mengamankan 6 ABG terduga pelaku. “Kami masih ngamankan 6 saja, tapi belum tahu ada kaitannya atau tidak, masih di interogasi dan belum ada tersangka,” tambahnya. (ang)






