Ngawi (beritajatim.com) – Polda Jatim menerjukan tim Traffic Accident Analysis (TAA) untuk olah TKP kecelakaan Bus Eka vs Bus Sugeng Rahayu di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi.
Tim tersebut datang ke lokasi pada Kamis (31/8/2023) pukul 13.00 WIB. Sejumlah petugas dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jawa Timur pun menyiapkan sejumlah peralatan termasuk 3D Scanner untuk memindai lokasi kejadian.
Arus lalu lintas dari arah Ngawi menuju Maospati dan sebaliknya ditutup kembali setelah sempat dibuka. Arus dialihkan ke pertigaan Ngegot ke arah Desa Tepas dan Desa Geneng.
Jalan sepanjang sekitar 200 meter disterilkan untuk pemindaian lokasi kejadian. Sekitar 50 menit petugas melakukan pemindaian lokasi kejadian akhirnya selesai, ilanjutkan pemindaian pada kedua bangkai bus. Setelah itu, arus lalu lintas kembali dibuka.
Kasi Tatib Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, Kompol Rini Pamungkas mengatakan, pihaknya membantu penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi
“Khususnya untuk melaksanakan pengecekan dan pengambilan foto. Nanti hasilnya akan kami serahkan ke Kasatlantas untuk bisa digunakan lebih lanjut yakni untuk proses penyeldikan,” kata Rini.
Saat ini, pihaknya hanya membantu untuk melakukan penyelidikan. Baik memeriksa saksi, memeriksa barang bukti yang berupa dua bangkai bus.
BACA JUGA:
Ini Daftar Korban Tabrakan Bus Eka Vs Sugeng Rahayu di Ngawi
“Kami fokus untuk pengambilan adata untuk traffic accident analysis ini ya. Kami belum bisa prediksi hasil busa diketahui kapan. Tergantung dari data yang bisa kami ambil hari ini dan sejumlah keterangan saksi saja,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Kecelakaan antara Bus Eka dan Bus Sugeng Rahayu menewaskan tiga orang di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023)
Polres Ngawi sudah melakukan oah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Kronologinya, berawal saat Bus Eka yang dikendarai oleh Catur W warga Boyolali Jawa Tengah berjalan dari arah Ngawi menuju Maospati.
Kemudian, sampai di lokasi kejadian, bus Jurusan Yogyakarta-Surabaya itu hendak menghindari pejalan kaki. Bus sempat banting ke kanan namun tak dinyana, tepat darih arah berlawanan melaju Bus Sugeng Rahayu yang dikendarai oleh Agus Susanto warga Blitar Jawa Timur.
Kecelakaan tak terhindarkan, tabrakan keras membuat kedua kendaraan terpelanting bahkan kedua bodi bus itu rusak. Pengemudi Bus Sugeng Rahayu bahkan sampai terlempar keluar dari bus usai bagian atap dan samping kanan kiri busnya terlepas dari badan bus.
Sementara, Catur W pengemudi Bus Eka meninggal usai terjepit bodi depan bus yang ringsek. Kemudian, salah seorang pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia imbas kejadian itu.
BACA JUGA:
Kronologi Tabrakan Bus Eka Vs Sugeng Rahayu di Geneng Ngawi
Kapolres Magetan AKBP Argowiyono mengatakan, dari kedua bus, total penumpang yang mengalami luka sebanyak 15 orang. Semua korban luka masih menjalani perawatan di RS Geneng Ngawi.
“Penyebab pasti kecelakaan masih dalam pendalaman kami ya. Saat ini kami fokus pada evakuasi bodi kedua bus yang melintang di jalan. Sehingga arus lalu lintas harus dialihkan,” kata Argowiyono.
Sebelumnya diberitakan, Bus Eka terlibat kecelakaan dengan Bus Sugeng Rahayu di Jalan Raya Ngawi-Maospati masuk Desa Tambakromo Kecamatan Geneng Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Kamis (31/8/2023) pukul 05.00 WIB.
Akibatnya, tuga orang meninggal dalam kejadian tersebut. Pengemudi masing-masing bus, dan satu pejalan kaki dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian itu.
Pantauan beritajatim, petugas kepolisian dibantu relawan melakukan evakuasi terhadap Catur W warga Boyolali Jawa Tengah, sopir Bus Eka. Jenazah Catur terjepit bodi bus yang ringsek.
Petugas pun menggunakan mobil polisi untuk menarik bodi bus guna mengeluarkan jenazah sopir bus Eka itu. Tak langsung mulus, evakuasi yang seharusnya menggunakan alat berat itu berlangsung 3 jam hingga akhirnya jenazah berhasil dievakuasi. Pun, jenazah langsung dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi.
Terpantau, bodi depan kanan Bus Eka ringsek. Sementara bus Sugeng Rahayu, bagian atas dan bagian kanan bus sampai terlepas dari bodi.
Kapolres Ngawi AKBP Argo Wiyono terpantau berada di lokasi untuk memuluskan jalannya evakuasi dan menghalau warga yang berkerumun di dekat lokasi kejadian. Pun, pihaknya bersama Satlantas Polres Ngawi pun turut melakukan olah tempat kejadian perakara (TKP).
“Kejadian berawal saat Bus Eka berjalan dari arah Solo menuju Madiun, sampai di lokasi, Bus Eka hendak menghindari pejalan kaki. Sampai akhirnya, menabrak Bus Sugeng Rahayu dari arah berlawanan,” kata Kapolres Argowiyono.
Dia mengatakan total ada 15 penumpang bus yang mengalami luka. Sementara, satu kernet bus, pejalan kaki, dan pengemudi masing-masing bus meninggal. Pengemudi bus Sugeng Rahayu yakni Agus Susanto warga Blitar terlempar keluar dari bus hingga meninggal dunia. “Saat ini kami masih mengevakuasi bodi bus,” katanya. [fiq/beq]






