Mojokerto (beritajatim.com) – Masjid Al Mubarok di Kelurahan Prajurit Kulon, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto menjadi jujugan masyarakat. Tidak hanya sebagai tempat ibadah yang memiliki arsitektur bangunan yang mempesona, namun ini lantaran pohon Kurma Azwa yang ada di halaman masjid itu.
Buah kurma di halaman masjid yang berkonsep Timur Tengah tersebut dipercaya bisa membantu program kehamilan. Pohon kurma tersebut ada di sudut timur-selatan di halaman depan masjid yang memiliki ketinggian 10 meter lebih, diameter batang pohon mencapai 1 meter. Pohon ini sudah berusia 20 tahun lebih.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kurma”]
Pohon kurma yang bibitnya sengaja dibawa oleh sesepuh kelurahan setempat, H Ahmad tersebut berbuah dalam satu tahun hingga tiga kali. Di bulan Ramadan 1443 Hijriah ini, kurma tersebut memasuki masa berbuah. Buah kurma jenis azwa atau dikenal dengan kurma Nabi itu menjadi buah yang ditunggu-tunggu pasangan suami-istri istri yang menginginkan kehamilan.
Kurma jenis ini bentuknya lebih kecil dari kurma pada umumnya, buahnya cukup lebat. Meski masih muda alias masih hujan namun sudah dinanti para jamaah. Bahkan, warga dari luar Kota Mojokerto. Tak jarang saat berbuah, Masjid Al Mubarok banyak diserbu pasangan suami-istri yang belum dikaruniai anak.
Sekretaris Masjid Al Mubarok, Eko Budi Sundoro mengungkapkan, saat ini kurma tersebut telah berbuah namun belum bisa dipanen. Diprediksi usai Hari Raya Idul Fitri, buah kurma akan memasuki masa panen. “Biasanya memang bulan-bulan puasa ini sudah panen. Namun, tahun ini mundur. Mungkin, nanti setelah Lebaran bisa dipanen,” ungkapnya, Rabu (13/4/2022).

“Tapi tidak dalam kondisi masak (matang). Kita panen dalam kondisi masih hijau. Itu pun sudah banyak yang antre, untuk membantu program kehamilan atau menyembuhkan penyakit. Tidak hanya dari Kota Mojokerto, tapi juga luar Kota Mojokerto. Bahkan, Jakarta hingga Kalimantan sehingga pengurus masjid membagi kurma dalam hitungan ganjil,” ujarnya.
Yakni antara tiga biji kurma hingga 11 biji kurma per orang. Meski dipecaya dapat membantu program kehamilan hingga menyembuhkan segala macam penyakit, namun lanjut Eko, semua harus diniatkan kepada Allah. Untuk proses perawatan kurma, Eko mengaku selama puluhan tahun ini, pengurus tidak mengalami kesulitan.
“Semua harus diniati, bahwa yang memberikan jalan (kehamilan dan penyembuhan penyakit) adalah Allah SWT, kurma ini sekadar lantaran saja. Untuk perawatannya, tidak berbeda dengan pohon-pohon pada umumnya. Agar pertumbuhan kurma dan azas manfaat buahnya tetap sambung dengan negara asal, pasca panen disiram dengan air zam-zam,” ujarnya.
Eko menjelaskan, setelah panen pohon kurma disiram air zamzam antara 3 sampai 5 liter. Air zam-zam tersebut disiram di bagian bawah pohon yang sudah dilubangi. [tin/suf]






