Ngawi (beritajatim.com) – Pojok Baca Digital (Pocadi) yang ada di pojok timur depan Pasar Baru Magetan tak diminati pengunjung. Di ruangan berukuran sekitar 4×3 meter itu hanya ada satu petugas perpustakaan Magetan yang menunggu. Sementara, ada dua komputer yang nganggur.
Ruangan itu diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin mencari referensi atau menggunakan komputer untuk berbagai macam keperluan utamanya untuk membaca buku atau referensi apapun secara digital. Namun, pantauan beritajatim.com, sekitar dua jam berada di dekat Pocadi hanya ada dua anak-anak yang sempat berkunjung sejenak. Dua anak-anak itu adalah warga sekitar yang sepulang sekolah datang. Selebihnya, tak ada lagi yang datang.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Magetan Suhardi membenarkan jika pocadi yang ada di Pasar Baru Magetan tak seperti pocadi yang ada di Perpustakaan Daerah yang sudah maksimal digunakan. Suhardi memperkirakan mayoritas masyarakat fokus berbelanja dan jarang ada yang mampir.
“Belum sama seperti yang ada di sini, masyarakat yang ada di Pasar Baru fokus belanja. Di lantai dua (Mal Pelayanan Publik) sudah ada perpusnya, sambil menunggu pelayanan masyarakat bisa baca-baca buku di perpustakaan,” kata Suhardi, Kamis (13/10/2022).
Untuk itulah, pihaknya menjadwalkan sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Magetan untuk kunjungan ke pocadi. Mulai dari sekolah negeri dan swasta juga dijadwalkan berkunjung ke pocadi di Pasar Baru Magetan. “Sekolah-sekolah ini yang kami gilir untuk mengunjungi dan mengenalkan pada siswa-siswi sekolah ini kalau ada pelayanan seperti pocadi di Pasar Baru. Mereka bisa memanfaatkan,” katanya.
Dia mengakui jika jumlah pengunjung memang belum maksimal. Bahkan, meski ada kegiatan malam hari di Pasar Baru, mereka yang tetap buka pelayanan tetap minim pengunjung.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pasar-magetan”]
Diketahui, Pocadi Pasar Baru Magetan merupakan tempat membaca yang menyediakan koleksi buku cetak, buku digital (e-book) dan bacaan lainnya. Adapun bentuk programnya dengan memberikan perangkat teknologi informasi dan komunikasi serta koleksi yang ditempatkan di pusat keramaian atau titik kumpul masyarakat di daerah.
Untuk buku fisik ada 300 eksemplar 15 judul, untuk buku digital ada sekitar 3.200 judul buku ditambah koleksi dari perpusda sekitar 500 judul Ini bisa online bisa offline. Bahkan, Kepala Perpusnas RI Syarif Bando didampingi Bupati Suprawoto dan Forkopimda sempat meninjau Pocadi yang berada di sudut pasar baru Magetan, 17 Desember 2021 lalu. [fiq/suf]






