Pamekasan (beritajatim.com) – Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, mendelegasikan sebanyak 43 personil untuk ajang Temu Karya Relawan di Surabaya, 30 Oktober hingga 5 November 2022 mendatang.
Jumlah tersebut meliputi sebanyak 30 personil Korp Sukarelawan (KSR), 10 orang pengurus, serta 3 orang staf pada organisasi kemanusiaan. Mereka nantinya akan berpartisipasi pada ajang yang digagas PMI Provinsi Jawa Timur.
“Pada ajang ini, nantinya kami akan menyertakan perwakilan relawan PMI Pamekasan lintas unit, termasuk unit di berbagai Perguruan Tinggi,” kata Ketua PMI Pamekasan, Sigit Priyono, melalui Sekretaris PMI Pamekasan, Hairul Saleh, Jum’at (28/10/2022).
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
Pada ajang yang mengusung tema ‘Memperkokoh dan Memperkuat Penanganan dan Penanggulangan Bencana di Jawa Timur’, diharapkan nantinya akan menambah wawasan dan pengetahuan bagi para KSR, sehingga dapat direalisasikan di daerah setempat.
“Ajang ini sebagai upaya untuk menyatukan suara, satu visi, serta satu pengetahuan dengan relawan di Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Sehingga nantinya proses penanganan masyarakat yang membutuhkan lebih efisien,” ungkapnya.
Terlebih pada ajang tersebut, nantinya juga akan diikuti kontingen dari daerah lain yang dapat menambah wawasan bagi para KSR PMI Pamekasan. “Arti penting dari ajang ini sebagai evaluasi atas pelaksanaan pembinaan PMI melalui kegiatan pertemuan, pertukaran pengetahuan, keterampilan dan sikap relawan PMI,” jelasnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pmi-pamekasan”]
“Tujuan umum dari kegiatan ini yakni meningkatkan karakter kepalangmerahan, kualitas dan kepemimpinan relawan PMI untuk mendukung kapasitas organisasi dan pelayanan secara profesional,” imbuhnya.
Sementara terdapat tujuan khusus yang berorientasi pada peningkatan keterampilan KSR. “Tujuan lainnya meningkatkan keterlibatan KSR dalam proses pengambilan keputusan, meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan KSR dalam menerapkan nilai-nilai kepalangmerahan,” sambung Hairul.
“Selain itu, ajang ini juga diharapkan dapat meningkatkan aspek membangun kerjasama dan jejaring antara relawan bersama mitra, serta menyamakan pemahaman persepsi antar pengurus, staf dan relawan dalam proses pembinaan dan pengembangan relawan,” pungkasnya. [pin/but]






