Sampang (beritajatim.com) – Sejumlah warga dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Sampang berkumpul untuk membahas soal Pilkades (pemilihan kepada desa) serentak. Mereka memiliki satu tekat ingin maju menjadi peserta dalam pesta demokrasi tingkat desa itu.
Namun karena pelaksanaan Pilkades belum jelas, mereka mengancam akan melakukan unjuk rasa. Tujuannya, menyuarakan dan mempertanyakan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, terkait pelaksanaan Pilkades.
“Kita akan demo untuk menanyakan kepada Pemerintah Kabupaten Sampang, kapan Pilkades serentak digelar,” kata H.Mino, selaku koordinator warga yang berkumpul di rumah H.Ahmadi, Desa/Kecamatan Torjun, Sampang, Rabu (30/6/2021) malam.
H. Mino menambahkan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan karena Peraturan Bupati (Perbup) tentang Pilkades serentak yang sampai saat ini belum disosialisasikan. Padahal, Perbup tersebut sebenarnya telah selesai dan sudah dikonsultasikan ke Pemprov Jatim.
“Kita membaca berita bahwa Komisi I sudah pernah memanggil DPMD dan Bagian Hukum terkait Perbup Pilkades. Tetapi hal itu juga tidak ada kejelasan,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pilkades-serentak”]
Hal senada juga dikatakan oleh H. Ahmadi yang mengaku mendukung gerakan warga untuk melakukan demo terkait pelaksanaan Pilkades serentak. “Kita sepakat untuk melakukan aksi jika pemerintah tidak segera mengumumkan Perbup Pilkades,” tegasnya.
Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu, warga yang mengaku siap secara finansial dan mempunyai pendukung untuk menjadi bakal calon sebagai peserta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) seretak di Kabupaten Sampang, Madura, mendatanggi komisi I DPRD setempat guna menanyakan kapan pelaksanaan Pilkades seretak.
Mereka juga mengancam akan melakukan aksi jika Perbup Pilkades tidak disosialisasikan. Warga itu di antaranya dari Desa Tragih, Kecamatan Robatal, dari Desa Torjun, Kecamatan Torjun, Poreh, Kecamatan Robatal dan Desa Torjunan, Kecamatan Robatal. [sar/suf]






