Gresik (beritajatim.com) – Naas dialami oleh Djarno (59), petani asal Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Petani tersebut tewas di area persawahan diduga digigit ular berbisa. Saat dievakuasi, kaki kanan korban terlihat merah kehitaman setelah digigit ular.
Suparman salah saksi yang menemukan jasad korban menuturkan, sebelum ditemukan meregang nyawa, korban pergi ke sawah untuk melihat lahan garapannya. Namun, kepala dusun itu dibuat kaget lantaran menemukan korban sudah tergeletak di tengah sawah. “Sewaktu saya temukan Djarno sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” tuturnya, Rabu (22/02/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”tewas”]
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Manyar Iptu Joko Suprianto mengatakan, korban merupakan petani yang menggarap sawah di lokasi kejadian. Saat ditemukan ada luka lebam di kaki kanan korban. “Diduga korban meninggal dunia karena gigitan atau dipatuk ular. Tepatnya di kaki kanan korban terdapat luka lebam membiru. Diduga korban tidak sempat menyelamatkan diri untuk mengobatinya,” katanya.
Perwira pertama Polri itu menambahkan, luka yang dialami korban identik dengan bekas gigitan ular. Korban meninggal dunia di tengah sawah. Jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk proses pemakaman.
“Saya menghimbau kepada warga yang berprofesi sebagai petani tetap berhati-hati saat menggarap. Kalau bisa mengenakan sepatu karet yang panjang serta lengan panjang sebagai antisipasi ada serangan hewan berbisa,” tandasnya. [dny/kun]






