Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang, Sutiaji menjadi Inspektur Upacara pada pembukaan Jambore Koperasi Siswa Tingkat SMP/MTs/SMA/SMK/MA se Kota Malang di Lapangan Dodik Bela Negara Rindam V/ Brawijaya hari Jumat, (28/7/2023).
Apresiasi positif dia berikan pada kegiatan ini. Tema kegiatan adalah “Membangun Koperasi Berbasis Kearifan Lokal Menuju Ekonomi Gotong Royong Yang Mandiri, Modern, Dan Berdigital”. Menurut Sutiaji, peringatan hari Koperasi ke 76 tahun 2023 menjadi momentum untuk mengenang sejarah dan membangun masa depan koperasi.
Sutiaji mengatakan, bahwa koperasi merupakan titipan dan amanah para pendiri bangsa sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Koperasi harus dijaga dan terus digelorakan dalam setiap sendi-sendi ekonomi rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Eri Cahyadi Bahas Warga Luar yang Numpang KTP dan KK di Surabaya
“Ini penting dan relevan sebagai upaya pemerintah mengkampanyekan tujuan dari pembangunan prinsip-prinsip koperasi di Indonesia terlebih di era digitalisasi,” kata Sutiaji.
Sutiaji ingin koperasi berbenah secara serius, menjadi koperasi zaman now. Koperasi diminta untuk memanfaatkan teknologi informasi di dalam pengelolaan bisnisnya. Sehingga koperasi beralih dari manual ke digital dalam pelayanan ke anggota maupun pemasaran produknya.
“Karena dengan digitalisasi koperasi dapat meningkatkan level koperasi dan diharapkan dapat menembus pasar dunia melalui digital marketing,” imbuh Sutiaji.
Sutiaji berharap agar koperasi-koperasi di Kota Malang mampu mewujudkan wajah baru dengan sistem tata kelola yang modern, transparan dan akuntabel. Paling penting adalah mampu beradaptasi terhadap perkembangan digitalisasi.
Baca Juga: Persebaya vs Persija, Aji Tak Persoalkan Absennya Marko Simic
“Tentu dalam upaya membangun prinsip-prinsip koperasi yang berazaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan harus dikenalkan sejak dini di lingkungan sekolah,” tutur Sutiaji.
Katanya, peningkatan literasi perkoperasian kepada generasi muda penting. Sebab generasi muda sebagai agen pembangunan harus dibekali dengan pengalaman berusaha serta pembangunan karakter yang berbasis nilai gotong royong dan usaha bersama, yang keseluruhannya akan diperoleh melalui koperasi.
“Penyelenggaraan Jambore Koperasi Siswa pada hari ini, merupakan kegiatan yang konstruktif bagi siswa agar dapat memperoleh gambaran terkait kegiatan perkoperasian. Sekaligus sebagai wadah belajar bagi generasi muda dalam mengembangkan semangat wirausaha, gotong royong dan kebersamaan,” ujar Sutiaji. (Luc/ian)






