Pamekasan (beritajatim.com) – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, Imam Utomo S meminta seluruh unit organisasi yang dipimpinnya, agar lebih intens meningkatkan kualitas kepengurusan.
Hal tersebut disampaikan Imam Utomo saat memberikan pembinaan bagi jajaran pengurus di PMI Pamekasan, Jl Raya Panglegur KM 3,2 Tlanakan, Pamekasan, Rabu (23/8/2023).
Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi jajaran pengurus PMI Jatim, bersama Wakil Bupati Pamekasan, Fattah Jasin, serta sejumlah jajaran pengurus PMI Pamekasan, termasuk dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Pamekasan.
Baca Juga: PMI Pamekasan Partisipasi Distribusikan Air Bersih Gratis
“Hal ini tentunya penting untuk kita ketahui bersama, khususnya bagi para pengurus maupun staf sebagai wawasan tentang kepalangmerahan beserta aturannya. Sehingga nantinya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” kata H Imam Utomo.
Dari itu, program pembinaan dalam rangka peningkatan kualitas harus dilakukan secara intens khususnya di lingkungan PMI Pamekasan. “Kedepan kita harapkan ada pembinaan bagi pengurus lebih intens lagi,” harapnya.

“Harapan lainnya, pengurus maupun staf agar bekerja tanpa pamrih sebagai wujud pengabdian melayani masyarakat. Sehingga penguatan kualitas nantinya dapat menjadi modal kuat dalam menyebarluaskan tugas, fungsi dan nilai dalam bentuk edukasi yang nyata,” imbuhnya.
Selain memberikan pembinaan bagi pengurus PMI Pamekasan, Imam Utomo beserta rombongan juga melakukan aksi sosial dengan mendistribusikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Desa Pegagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
Baca Juga: Tekan Peredaran Narkoba, Polres Pamekasan Bentuk Kampung Bebas Narkoba
Untuk diketahui, PMI Jatim mengirimkan 15 armada tangki ke 11 daerah bencana kekeringan di Jawa Timur, khususnya dalam menanggulangi masyarakat terdampak kekeringan pada musim kemarau tahun ini.
Armada tangki tersebut dikirim ke 11 daerah terdampak kekeringan atas laporan dari PMI setempat, termasuk PMI Pamekasan, yang memiliki tugas mendistribusikan air bersih gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan di Pamekasan.
Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respon cepat dari organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan, sekaligus sebagai komitmen dari PMI Pusat. [pin/ted]






