Tuban (beritajatim.com) – Sebanyak 890 jemaah haji asal Kabupaten Tuban 2023 kloter 18 dan 19 mengumpulkan koper hari ini, Senin (29/5/2023). Pengumpulan di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban ini dilakukan sebagai persiapan berangkat ke Tanah Suci.
Kepala Kemenag Tuban Ahmad Munir menyampaikan, pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Tuban akan dilaksanakan pada Selasa (30/5/2023).
“Sedangkan hari ini pengumpulan koper dari kloter 18 dan 19. Di mana setiap tas koper besar isinya maksimal 20 kilogram,” ucap Munir.
Munir menambahkan, nanti malam koper-koper tersebut langsung dibawa ke Embarkasi Surabaya. Sedangkan tas tenteng dan koper kecil berukuran 7 kilogram akan diikutkan bus keberangkatan esok hari.
“Kalau tas koper kecil langsung dibawa oleh jemaah untuk ditaruh di bagasi bus,” paparnya.
Baca Juga:
Jemaah Haji Tuban Punya Cara Unik Kenali Koper, Pakai Boneka
Selanjutnya, Munir mengatakan, musim haji tahun ini terdapat perubahan jenis koper dari tahun-tahun sebelumnya yang berbahan kain. Sedangkan tas koper tahun ini menggunakan travel bag berbahan plastik.
“Selama beribadah haji di Tanah Suci, setiap hari jemaah cukup membawa tas paspor yang berisi paspor dan uang secukupnya,” terang dia.
Munir berharap, jemaah haji selalu memahami aturan berat koper yang boleh dibawa dan terdapat beberapa jenis barang yang dilarang. “Benda-benda yang dilarang antara lain benda cair, benda tajam termasuk power bank karena berbahaya,” kata Munir.
Baca Juga:
Kemenag Tuban Beri Arahan Tugas dan Tanggung Jawab Ketua Kloter Jemaah Haji
Selain itu, para jemaah haji juga tidak diperkenankan membawa banyak barang di dalam kopernya. Terutama, tidak perlu membawa banyak pakaian.
“Jemaah haji tidak perlu khawatir kelaparan karena semua kebutuhan akan tercukupi, sudah disiapkan katering makanan yang sesuai lidah orang Indonesia, atau tinggal beli saja, menunya variatif,” beber Munir.
Munir juga memberi pesan agar selalu menjaga kesehatan, terutama untuk jemaah lansia sesampainya di Tanah Suci, tidak perlu menerima tamu dan ketika usai beribadah langsung istirahat.
“Paling penting itu dijaga kesehatannya, pola makan termasuk waktunya istirahat dibuat istirahat jangan menerima tamu,” pungkasnya. [ayu/beq]






