Surabaya (beritajatim.com) – Putaran kedua Liga 1 Indonesia dipastikan akan digelar pertangahan Januari 2023 mendatang dengan sistem home away, namun hingga saat ini Persebaya masih belum memastikan dimana tim asal Surabaya ini akan memakai stadion untuk pertandingan home.
Pasalnya, homebase mereka di Stadion Gelora Bung Tomo hingga saat ini masih dalam masa perawatan dan perbaikan persiapan Piala Dunia 2023 mendatang.
Beberapa opsi pun telah diupayakan oleh manajemen Persebaya untuk mencari pengganti jika kemungkinan besar stadion milik Pemerintah Kota Surabaya ini tidak diizinkan untuk pertandingan.
Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik masuk dalam catatan Persebaya untuk pijakan pertandingan home selama putaran kedua. “Untuk home pertandingan stadion itu insha allah besok ada penilaian dari mabes polri dan sebagainya, itu pertama. Terus kami siapkan opsi kedua insha allah dekat-dekat sini saja, semoga ini bisa terealisasi, salah satunya Joko Samudro,” ucap Yahya, Manajer Persebaya, Rabu (28/12/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”persebaya”]
Yahya mengatakan akan tetap mengupayakan untuk melobby Stadion yang berada di Benowo, Surabaya ini tetap digunakan untuk pertandingan. “Tetapi tetap opsi pertama kami GBT. Mungkin salah satunya itu Joko Samudro. Semoga verifikasinya lancar semua, sehingga bisa menggunakan stadion yang laya untuk persebaya,’ ungkap Yahya.
Lebih lanjut, Yahya mengatakan seharusnya Gelora Bung Tomo, Surabaya ini masih bisa digunakan untuk kompetesi, jika bermain logika sterilisasi Stadion saat akan digunakan adalah 20 atau 14 sebelum pertandingan namun ini masa tenggangnya terlalu jauh.
“Logikanya itu di stadion manapun itu biasanya cuma 20 hari atau 14 hari gitu, saya lupa. Sekitara 20 hari itu stadion tidak digunakan. Yang benar seperti itu, piala dunianya masih 4 bulanan, nah ini ilmu dari mana lagi,” ungkap Yahya.
Pasca menjadi tuan rumah dalam gelaran Piala Dunia U20 2023, Persebaya Surabaya memang kebingungan mencari tempat untuk home Base pertandingan. Satu-satunya alternatif Gelora Delta Sidoarjo sudah tak bisa lagi menjadi tumpuannya dikarenakan masih dalam proses renovasi. (way/kun)






