Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya masih berupaya keras untuk izin penggunaan Stadion Gelora Bung Tomo sebagai markas tim Bajol Ijo di putaran kedua Liga 1 pada Januari 2023 mendatang.
Yahya Alkatiri, manajer Persebaya mengatakan jika ada perbaikan masalah rumput tidak akan sepanjang ini. Menurutnya, rumput stadion stadarnya dua bulan tanpa pemakaian akan mengalami kerusakan. Pasalnya, menurut para petugas yang bisa merawat rumput, rumput stadion harus sering digunakan karena setelah digunakan bermain atau bertanding, rumput yang rusak akan kembali tumbuh.
[berita-terkait number=”5″ tag=”persebaya”]
“Mungkin ada beberapa perbaikan. Tetapi tak rasa perbaikan itu kalau rumput gak dipakai 2 bulan itu rusak. Karena yang bagus itu habis diinjak dia tumbuh lagi, katanya orang rumput seperti itu. Makanya saya heran seperti apa ini,” ungkap Yahya, Rabu (28/12/2022).
Bahkan, mantan manajer Persik Kediri ini heran bagaimana kepanpelan Piala Dunia ini mempersiapkan stadion sepanjang ini. “Saya enggak tahu, gak habis pikirnya disitu. Masalahnya di panpelnya piala dunia seperti apa, aku enggak tahu,” imbuhnya.
Bahkan, hingga kini masih belum ada keterangan resmi dari dari Kemenpora akan diperbolehkannya Stadion Gelora Bung Tomo untuk lanjutan putaran kedua Liga 1. “Itu belum tahu juga. Kan kalau gak salah Menpora, tetapi Menpora katanya sudah berkirim surat ke FIFA menanyakan itu. Memang saya rasa dimanapun stadion bisa digunakan, mungkin dua minggu sebelumnya atau 20 hari sebelumnya itu enggak bisa digunakan,” tutupnya.
Alhasil, beberapa stadion menjadi opsi Persebaya untuk menggelar kelanjutan liga 1 putaran kedua sebagai homebase. Salah satunya adalah Stadion Gelora Joko Samudro. (way/kun)






